Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 22 Agu 2023 08:48 WIB ·

Denpasar Siapkan ‘Benteng’ Desa Antisipasi Penutupan TPA Suwung


					Denpasar Siapkan ‘Benteng’ Desa Antisipasi Penutupan TPA Suwung Perbesar

Denpasar, Bali [DESA MERDEKA] Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengambil langkah progresif dengan menjadikan desa dan kelurahan sebagai garda tempur utama dalam menangani darurat sampah. Strategi ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan langkah krusial untuk mencegah kelumpuhan tata kota menyusul rencana penutupan total Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.

Dalam rapat koordinasi yang digelar Senin, Pemerintah Kota Denpasar menginstruksikan seluruh perbekel (kepala desa) dan lurah untuk segera membangun kemandirian pengelolaan limbah. Tujuannya jelas: memutus ketergantungan pada pembuangan pusat dan menciptakan sistem penanganan sampah berbasis sumber yang tuntas di level rumah tangga.

Mandat Truk Baru dan Optimalisasi TPS3R
Wali Kota Jaya Negara menegaskan bahwa infrastruktur adalah kunci kemandirian. Ia memerintahkan desa atau kelurahan yang belum memiliki armada pengangkut untuk segera melaksanakan pengadaan truk sampah pada tahun anggaran 2024. Hal ini dilakukan agar rantai distribusi sampah tidak terputus saat TPA Suwung benar-benar berhenti beroperasi.

“Desa dan lurah adalah ujung tombak pelayanan. Kita sudah inventarisasi kebutuhan mereka, termasuk memastikan setiap wilayah memiliki fasilitas pengolahan yang mumpuni,” ujar Jaya Negara.

Selain armada, fokus utama dialihkan pada penguatan 23 titik Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang sudah beroperasi. Pemkot berencana menambah mesin pengolahan secara berkala agar sampah organik maupun anorganik dapat selesai dikelola tanpa harus keluar dari wilayah desa tersebut.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Mitigasi Lonjakan
Langkah antisipatif ini juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan. Jika terjadi lonjakan volume sampah yang tidak mampu ditangani secara mandiri oleh desa, koordinasi cepat dengan DLHK menjadi jalur evakuasi utama agar tidak terjadi penumpukan di pinggir jalan protokol.

Saat ini, Denpasar sebenarnya sudah memiliki “tiga pilar” pengolahan besar melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kesiman Kertalangu, Tahura Ngurah Rai-Suwung, dan Padangsambian Kaja. Namun, keberadaan TPST saja dianggap tidak cukup tanpa adanya edukasi masif dari lurah dan perbekel kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah sejak dari dapur rumah.

Sinergi ini merupakan bentuk nyata investasi jangka panjang Denpasar dalam menjaga citra sebagai Ibu Kota Provinsi Bali yang bersih dan berkelanjutan, sekaligus membuktikan bahwa solusi sampah tidak selalu harus berakhir di lubang pembuangan akhir, melainkan di tangan komunitas lokal yang berdaya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 54 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN