Malaka, NTT [DESA MERDEKA] – Sebuah terobosan kreatif datang dari Desa Naimana, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Dipimpin oleh Kepala Desa Maria Rosalinda Seran, desa ini tak hanya mengandalkan dana desa untuk pembangunan, tetapi justru berinovasi dengan memanfaatkan sumber daya yang seringkali diabaikan: sampah plastik. Melalui program pemberdayaan, ibu-ibu rumah tangga di Desa Naimana kini dilatih mengubah sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomis, sebuah langkah nyata menuju kemandirian finansial.
Mantan aktivis LSM yang fokus pada pemberdayaan pemuda dan perempuan ini menyadari bahwa sampah plastik menjadi masalah lingkungan serius karena sulit terurai. Berangkat dari keprihatinan tersebut, Rosalinda Seran mencari solusi untuk mengubah masalah menjadi peluang. “Kami harus ‘bercengkrama’ dengan alam, khususnya sampah. Daripada sampah plastik merusak tanah, lebih baik kita daur ulang menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi,” ungkapnya saat ditemui di lokasi pelatihan pada Jumat, 8 Agustus 2025.
Dengan berbekal sumber daya manusia dan tumpukan sampah plastik yang melimpah di setiap rumah tangga, Desa Naimana pun bekerja sama dengan seorang pegiat daur ulang. Ibu-ibu rumah tangga Desa Naimana dilatih untuk membuat kursi dan sofa dari botol plastik bekas. Rosalinda menjelaskan bahwa tujuan utama pelatihan ini bukan sekadar daur ulang, melainkan untuk memberdayakan ibu-ibu agar memiliki keterampilan baru. “Ibu-ibu bukan hanya ibu rumah tangga, tapi mereka bisa memanfaatkan sampah plastik untuk menambah pendapatan keluarga,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Koordinator Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Malaka, Apsalom Baung, memuji terobosan ini sebagai yang pertama di Malaka dan menjadi pemicu bagi desa-desa lain. Menurutnya, pelatihan ini adalah bagian dari pemberdayaan yang melatih keterampilan sekaligus memberikan dampak ekonomi. “Ini perdana di Malaka dan menjadi pemicu bagi desa lain,” kata Apsalom Baung.
Rosalinda berkomitmen untuk terus mendampingi warganya. Setelah pelatihan daur ulang sampah plastik, para ibu juga akan difasilitasi untuk mengikuti kursus menjahit di Balai Efata Kupang, yang nantinya akan berguna untuk membuat sarung sofa. Ke depan, desa juga berencana melakukan pelatihan pembuatan paving block dari sampah plastik. Semua kegiatan pemberdayaan ini akan terus difasilitasi dengan dukungan dana desa, memastikan keberlanjutan program. Dengan sentuhan kreativitas dan kemauan, Desa Naimana membuktikan bahwa inovasi sederhana dapat membawa perubahan besar, mengubah sampah menjadi berkah bagi lingkungan dan kesejahteraan warga.

Desa Membangun Negeri

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.