Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 9 Agu 2025 16:05 WIB ·

Dari Sampah Jadi Rupiah: Inovasi Desa Naimana Memukau Malaka


					Kades Naimana Maria Rosalinda seran dan Koordinator Pendamping desa Kabupaten Malaka Apsalom Baung mengamati proses daur ulang sampah plastik oleh ibu-ibu peserta pelatihan. Perbesar

Kades Naimana Maria Rosalinda seran dan Koordinator Pendamping desa Kabupaten Malaka Apsalom Baung mengamati proses daur ulang sampah plastik oleh ibu-ibu peserta pelatihan.

Malaka, NTT [DESA MERDEKA] Sebuah terobosan kreatif datang dari Desa Naimana, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Dipimpin oleh Kepala Desa Maria Rosalinda Seran, desa ini tak hanya mengandalkan dana desa untuk pembangunan, tetapi justru berinovasi dengan memanfaatkan sumber daya yang seringkali diabaikan: sampah plastik. Melalui program pemberdayaan, ibu-ibu rumah tangga di Desa Naimana kini dilatih mengubah sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomis, sebuah langkah nyata menuju kemandirian finansial.

Mantan aktivis LSM yang fokus pada pemberdayaan pemuda dan perempuan ini menyadari bahwa sampah plastik menjadi masalah lingkungan serius karena sulit terurai. Berangkat dari keprihatinan tersebut, Rosalinda Seran mencari solusi untuk mengubah masalah menjadi peluang. “Kami harus ‘bercengkrama’ dengan alam, khususnya sampah. Daripada sampah plastik merusak tanah, lebih baik kita daur ulang menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi,” ungkapnya saat ditemui di lokasi pelatihan pada Jumat, 8 Agustus 2025.

Dengan berbekal sumber daya manusia dan tumpukan sampah plastik yang melimpah di setiap rumah tangga, Desa Naimana pun bekerja sama dengan seorang pegiat daur ulang. Ibu-ibu rumah tangga Desa Naimana dilatih untuk membuat kursi dan sofa dari botol plastik bekas. Rosalinda menjelaskan bahwa tujuan utama pelatihan ini bukan sekadar daur ulang, melainkan untuk memberdayakan ibu-ibu agar memiliki keterampilan baru. “Ibu-ibu bukan hanya ibu rumah tangga, tapi mereka bisa memanfaatkan sampah plastik untuk menambah pendapatan keluarga,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Koordinator Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Malaka, Apsalom Baung, memuji terobosan ini sebagai yang pertama di Malaka dan menjadi pemicu bagi desa-desa lain. Menurutnya, pelatihan ini adalah bagian dari pemberdayaan yang melatih keterampilan sekaligus memberikan dampak ekonomi. “Ini perdana di Malaka dan menjadi pemicu bagi desa lain,” kata Apsalom Baung.

Rosalinda berkomitmen untuk terus mendampingi warganya. Setelah pelatihan daur ulang sampah plastik, para ibu juga akan difasilitasi untuk mengikuti kursus menjahit di Balai Efata Kupang, yang nantinya akan berguna untuk membuat sarung sofa. Ke depan, desa juga berencana melakukan pelatihan pembuatan paving block dari sampah plastik. Semua kegiatan pemberdayaan ini akan terus difasilitasi dengan dukungan dana desa, memastikan keberlanjutan program. Dengan sentuhan kreativitas dan kemauan, Desa Naimana membuktikan bahwa inovasi sederhana dapat membawa perubahan besar, mengubah sampah menjadi berkah bagi lingkungan dan kesejahteraan warga.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 136 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN