Tulungagung , Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Di tengah kabar mengejutkan mengenai penyusutan Dana Desa (DD) yang mencapai angka drastis, Pemerintah Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, mengambil langkah berani. Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang digelar Kamis (15/1/2026), desa ini memutuskan untuk mengubah haluan kebijakan: memprioritaskan pembangunan manusia di atas pembangunan fisik.
Meskipun anggaran yang diterima tahun ini merosot tajam ke angka Rp329 juta, Kepala Desa Moyoketen, Hari Purwanto, menegaskan bahwa kesehatan dan perlindungan sosial akan mendapatkan porsi “raksasa”. Fokus utamanya adalah menuntaskan angka stunting hingga titik terendah dan menghapus kemiskinan ekstrem di wilayahnya.
Strategi Minimalis di Tengah Defisit
Hari Purwanto tidak menutupi kekecewaannya terhadap pagu anggaran yang ia sebut “anjloknya kebablasan”. Penurunan pendapatan ini secara otomatis memaksa pemerintah desa untuk menangguhkan sejumlah proyek infrastruktur yang sebelumnya telah direncanakan melalui Musyawarah Dusun (Musdus).
“Dengan dana minimalis, tentu ada dampak pada penangguhan kegiatan. Namun, saya berkomitmen mencari sumber anggaran di luar Dana Desa demi mewujudkan usulan warga,” tegas Hari di hadapan para tokoh masyarakat, pemuda, dan keterwakilan perempuan.
Senada dengan Kades, Camat Boyolangu, Yusuf Riyadi, S.Sos., meminta masyarakat tidak berkecil hati. Ia menjelaskan bahwa fenomena penyusutan ini tidak hanya dialami Moyoketen, melainkan terjadi secara nasional di seluruh pelosok Nusantara.
Ke Mana Perginya Dana Desa?
Menjawab kebingungan warga terkait “hilangnya” porsi anggaran tersebut, Danramil Boyolangu, Komandan Inv. Hariyanto, memberikan penjelasan objektif. Dana tersebut sejatinya dialihkan untuk mendukung Program Strategis Nasional (PSN) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu fokus utama pengalihan dana tersebut adalah pembangunan Gerai Kawasan Distribusi Mandiri Pangan (KDMP) di setiap desa dan kelurahan. Gerai ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mampu menopang ketahanan pangan lokal secara jangka panjang.
“Masyarakat harus memahami bahwa dana ini difungsikan untuk program nasional yang lebih besar. Mari kita dukung bersama demi kedaulatan pangan Indonesia,” imbau Hariyanto.
Musrenbangdes untuk tahun anggaran 2027 ini menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk berinovasi. Dengan menjadikan pembangunan manusia sebagai panglima, Desa Moyoketen berupaya memastikan kualitas hidup warganya tetap terjaga meskipun ruang gerak fiskal sedang menyempit.

jurnalis yang berusaha menjaga Marwah

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.