Selong, Lombok Timur, NTT [DESA MERDEKA] – Selama bertahun-tahun, perencanaan pembangunan di tingkat desa sering kali berjalan meraba-raba tanpa kompas digital yang presisi. Namun, wajah administratif Desa Pohgading Timur, kini resmi berubah total. Sabtu (25/7/2026) menjadi tonggak baru kedaulatan data di wilayah tersebut. Lembaran peta satelit berbasis spasial kini menggantikan metode perkiraan manual lama.
Secara geografis, Desa Pohgading Timur terletak di Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Desa pesisir seluas 583 hektare ini berbatasan langsung dengan Selat Alas di sisi timurnya. Berada sekitar 17,5 kilometer dari pusat pemerintahan di Kota Selong, aksesibilitas data yang lambat kerap menjadi kendala birokrasi masa lalu. Jarak geografis inilah yang mendasari pentingnya inovasi pemetaan digital terintegrasi.
Inovasi ini dimotori oleh Mahasiswa KKN Ke-40 Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) Kelompok 09. Mereka merekam data batas administrasi, fasilitas umum, hingga infrastruktur desa secara digital. Pengumpulan data lapangan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat lokal. Hasilnya adalah potret akurat kondisi faktual yang siap memandu akurasi kebijakan anggaran desa.
Proses sains terapan ini berhasil menyatukan teori akademis dengan kebutuhan nyata warga. Tidak sekadar menggambar garis wilayah, kolaborasi ini juga membenahi sistem administrasi kependudukan berbasis digital. Ditambah dengan pengembangan briket alternatif serta produksi minyak kelapa murni lokal. Langkah komprehensif ini membawa Pohgading Timur melompat keluar dari bayang-bayang ketertinggalan informasi spasial.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.