Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

SOSBUD · 19 Jul 2023 16:46 WIB ·

Cipayung Bersholawat: Cara Desa Cipayung Menjaga Harmoni Warga


					Cipayung Bersholawat: Cara Desa Cipayung Menjaga Harmoni Warga Perbesar

Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Di tengah gempuran tren digital yang individualistis, Desa Cipayung, Cikarang Timur, justru memilih jalur spiritualitas kolektif untuk merajut persaudaraan. Ribuan warga memadati halaman kantor desa pada Selasa malam (18/7/2023) untuk menggelar acara “Cipayung Bersholawat”. Momentum ini menjadi puncak peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1445 Hijriah yang bukan sekadar seremonial, melainkan ajang konsolidasi sosial.

Kepala Desa Cipayung, H. Ajan, menegaskan bahwa acara ini adalah simbol “hijrah” mental bagi warganya. Melalui lantunan selawat dan doa bersama, ia ingin masyarakat Cipayung naik kelas dalam segala aspek kehidupan, terutama dalam menjaga kedamaian lingkungan.

Pawai Obor dan Kolaborasi Seni Lintas Generasi
Peringatan ini menjadi unik karena memadukan tradisi kuno dengan keterlibatan generasi muda. Malam puncak dimulai dengan gema ayat suci Al-Qur’an dan kemeriahan pawai obor yang membelah kegelapan desa. Anak-anak hingga orang dewasa berbaur dalam cahaya api yang melambangkan semangat baru.

Sebelum puncak acara malam hari, siang harinya desa telah berdenyut dengan berbagai kompetisi seni Islam. Mulai dari seni terbangan siswa Al-Mubarokah, penampilan Hadroh SMKP, hingga kompetisi qasidah yang melibatkan 20 Majelis Taklim se-Desa Cipayung. Inisiatif ini menunjukkan bahwa ekosistem seni budaya di tingkat desa masih sangat hidup dan mandiri.

Benteng Desa Melawan Hoaks Media Sosial
Dalam pidatonya yang lugas, H. Ajan tidak hanya bicara soal agama, tetapi juga isu sosial yang sangat relevan. Ia mengingatkan ribuan warga yang hadir untuk menjadi filter informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoaks) yang kerap berseliweran di media sosial.

“Mari kita jadikan momen ini untuk memperkuat semangat kebangsaan dan menciptakan lingkungan yang harmonis. Jangan biarkan isu-isu yang tidak jelas kebenarannya memecah persaudaraan kita,” tegasnya.

Kesuksesan acara yang turut dihadiri jajaran Forkopimcam Cikarang Timur ini membuktikan bahwa kantor desa bisa bertransformasi menjadi pusat peradaban dan titik kumpul yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Desa Cipayung berhasil menunjukkan bahwa tradisi selawat bisa menjadi alat komunikasi massa yang efektif untuk menciptakan ketertiban umum.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Khatam Al-Qur’an: Benteng Generasi Muda Nanggalo

1 Juni 2026 - 16:15 WIB

Lawan Dampak Handphone dengan Filosofi Adat Minangkabau

29 Mei 2026 - 19:51 WIB

Menggali Peradaban Kuno di Negeri Seribu Menhir Maek

29 Mei 2026 - 10:32 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Dongkrak Gengsi Peternak Merangin

27 Mei 2026 - 13:30 WIB

Desa Terdampak Bencana Jadi Fokus Tebar Qurban Pemprov Sumbar

26 Mei 2026 - 20:22 WIB

Sinergi Pemuda Sumbar Jadi Benteng Persatuan Desa

23 Mei 2026 - 10:48 WIB

Trending di SOSBUD