Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

LINGKUNGAN · 25 Jan 2026 09:51 WIB ·

Bukan Sekadar Nasi Bungkus, Rieke Desak Solusi Permanen Muara Gembong


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Banjir tahunan di pesisir utara Kabupaten Bekasi tidak boleh lagi dianggap sebagai ritual alam yang wajar. Hal inilah yang mendasari kunjungan kemanusiaan Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, bersama tim Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ke Desa Pantai Bakti dan Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Sabtu (24/1/2026).

Alih-alih hanya fokus pada pembagian bantuan logistik, Rieke membawa otoritas pusat untuk melihat langsung “borok” infrastruktur yang menyebabkan tanggul terus jebol. Kunjungan ini menyasar dapur umum Laskar Juang Indonesia (LAJU) yang menjadi tulang punggung pangan warga, namun dengan pesan yang jauh lebih tajam: penghentian siklus banjir permanen.

“Kami hadir untuk mencari solusi bersama Kementerian PU agar ke depan tidak ada lagi tanggul yang jebol. Masalah banjir di pesisir ini harus ditangani secara terpadu dan berkelanjutan,” tegas Rieke di sela dialognya dengan masyarakat terdampak.

Integrasi Infrastruktur Pesisir
Penanganan banjir di Muara Gembong selama ini dinilai masih bersifat pemadam kebakaran atau hanya fokus pada tanggap darurat. Melalui peninjauan di titik parah seperti Kampung Gobah dan Perapatan RT 06/06, ditekankan bahwa perbaikan sistem drainase dan penguatan tanggul adalah harga mati untuk melindungi pemukiman warga pesisir.

Eka Haryanti, perwakilan Laskar Juang Indonesia (LAJU), menambahkan bahwa ekspektasi warga kini telah bergeser. Masyarakat pesisir tidak lagi hanya berharap pada kecepatan distribusi bantuan saat banjir, melainkan pada kebijakan yang mampu menghentikan banjir itu sendiri.

“Banjir tahunan ini harus benar-benar dihentikan, bukan hanya ditangani saat sudah terjadi,” ujar sosok yang akrab disapa Echa tersebut.

Mendobrak Rutinitas Banjir Tahunan
Kehadiran Kementerian PU dalam kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa advokasi di tingkat parlemen mulai diarahkan pada eksekusi teknis. Muara Gembong membutuhkan perlindungan kawasan permukiman yang rentan terhadap fenomena rob dan banjir akibat curah hujan ekstrem secara simultan.

Langkah nyata yang diharapkan mencakup normalisasi sungai dan penguatan struktur tanah di sepanjang garis pantai Bekasi. Masyarakat memberikan apresiasi atas gerak cepat para relawan dan LAJU, namun mereka tetap menanti kapan alat berat Kementerian PU mulai bekerja secara permanen untuk membebaskan mereka dari rendaman air tahunan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kolaborasi Anambas Foundation Ubah Wajah Lingkungan Kuala Maras

8 Juni 2026 - 13:19 WIB

Ancaman Agraria dan Bencana Ekologis Desa di Banjarnegara

26 Mei 2026 - 13:07 WIB

Bantuan Mobil Sampah Pangkas Transit Limbah Tarempa Barat

22 Mei 2026 - 16:34 WIB

Menguji ‘Nawaitu’ Warga Gununggempol Jadi Kiblat Sampah Nasional

18 Mei 2026 - 15:43 WIB

Benteng Akar Bambu: Cara Warga Naiola Menjinakkan Erosi Sungai

18 Mei 2026 - 14:59 WIB

Menagih Janji Bupati Saat Desa Sukses Mandiri Sampah

8 Mei 2026 - 04:40 WIB

Trending di LINGKUNGAN