Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan [DESAMERDEKA] – Panitia Hari-Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Pasimarannu menggelar rapat penyegaran kepengurusan periode 2025–2027 di Masjid Besar At-Taqwa Bonerate, Rabu (3/9/2025) malam. Kegiatan ini dihadiri aparat kepolisian bersama tokoh agama sebagai wujud sinergi dalam memperkuat kehidupan keagamaan di masyarakat kepulauan.
Rapat yang berlangsung khidmat ini melibatkan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Pasimarannu Drs. Tahiruddin, Kanit Binmas Polsek Pasimarannu Bripka Jaharuddin, tokoh agama, imam desa, kepala dusun, serta jajaran pengurus PHBI. Kehadiran lintas elemen tersebut menegaskan komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan organisasi.
Agenda utama rapat adalah penyegaran kepengurusan dengan melakukan pergeseran posisi serta penggantian anggota yang berhalangan tetap. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan kegiatan keagamaan di tingkat kecamatan.

Kehadiran Bripka Jaharuddin menjadi simbol kedekatan kepolisian dengan masyarakat. Ia menegaskan komitmen Polri untuk senantiasa mendukung aktivitas keagamaan di wilayah kepulauan.
“Polsek Pasimarannu siap bersinergi dengan pengurus PHBI dan tokoh agama agar seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran kami di tengah masyarakat diharapkan mempererat silaturahmi serta menumbuhkan rasa aman,” ujarnya.
Peran Kanit Binmas ini sejalan dengan konsep community policing, yaitu pendekatan kepolisian yang berbasis partisipasi masyarakat. Melalui pola tersebut, Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga mitra masyarakat dalam memperkuat kepercayaan publik dan membangun harmoni sosial.
Ketua PHBI Kecamatan Pasimarannu, Muhammad Arsyad Manaba, menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak. “Kami berharap dengan adanya penyegaran kepengurusan ini, PHBI bisa lebih aktif dan terarah dalam menggelar kegiatan keagamaan. Kehadiran aparat kepolisian bersama KUA memberi semangat sekaligus rasa aman bagi masyarakat,” katanya.
Dengan penyegaran ini, PHBI Pasimarannu diharapkan semakin solid dalam melaksanakan program keagamaan. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, tokoh agama, dan aparat keamanan menjadi fondasi terciptanya kehidupan sosial yang rukun, damai, dan berkelanjutan di tengah masyarakat kepulauan.

“Ketika suara rakyat dibungkan, jurnalisme menjadi senjata. Kami hadir bukan hanya untuk melaporkan, tapi untuk mengingatkan bahwa keadilan dimulai dari keberanian menyuarakan kebenaran. Di balik setiap berita, ada tekad untuk menjadikan desa lebih sadar, lebih berdaya, dan benar-benar merdeka.”
HP : 081355523999


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.