Bogor, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, secara agresif mendorong pengembangan desa wisata untuk mengejar target ambisius 10 juta kunjungan wisatawan dalam satu tahun. Langkah strategis ini membuahkan hasil signifikan, di mana jumlah desa wisata di Kabupaten Bogor kini telah mencapai 55 desa hingga akhir tahun 2022, meningkat tajam dari tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, Deni Humaedi, menyampaikan optimisme ini di Bogor pada Minggu (21/05/2023). Menurut Deni, pengembangan desa wisata bukan sekadar mengikuti tren, tetapi harus dikelola secara serius.
“Desa wisata harus dikelola untuk semakin keren. Berbagai potensi di dalamnya, mulai dari objek dan daya tarik wisata, tata hidup keseharian masyarakat desa, adat istiadat, seni budaya, hingga sumber daya manusia, perlu diberdayakan secara maksimal,” tegas Deni.
Strategi Peningkatan dan Apresiasi
Untuk memacu semangat dan kualitas pengelolaan, Disbudpar Kabupaten Bogor telah melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan menggelar Anugerah Wisata Desa 2022. Ajang ini berfungsi sebagai apresiasi bagi desa wisata yang berprestasi dengan total hadiah mencapai Rp1,3 miliar, menunjukkan komitmen Pemkab Bogor dalam pengembangan sektor ini.
Lonjakan jumlah desa wisata ini memperlihatkan pertumbuhan yang konsisten. Data Disbudpar mencatat, pada 2019, jumlah desa wisata baru 25 desa. Angka tersebut terus bertambah menjadi 35 desa pada 2020, 40 desa pada 2021, hingga akhirnya mencapai 55 desa wisata pada 2022.
Peningkatan target kunjungan wisatawan menjadi 10 juta ini didasarkan pada kondisi pandemi COVID-19 yang sudah mereda dan keberhasilan capaian di tahun sebelumnya. Pada tahun 2022, Pemkab Bogor berhasil melampaui target dengan mencatat delapan juta wisatawan.
Pemulihan Sektor Pariwisata Pasca-Pandemi
Sektor pariwisata Bogor menunjukkan pemulihan yang kuat setelah sempat anjlok drastis akibat pandemi. Deni mencatat, angka kunjungan wisata pada tahun 2020 anjlok hingga 50 persen, hanya mencapai 4,4 juta kunjungan.
“Sejak tahun 2021, terjadi peningkatan signifikan sebesar 36 persen, kembali menjadi 6,08 juta kunjungan. Kami sangat optimis bahwa tahun-tahun selanjutnya, kunjungan akan terus meningkat,” harap Deni.
Sebelum pandemi melanda, tren kunjungan wisata di Kabupaten Bogor memang menunjukkan pertumbuhan positif dari tahun ke tahun. Tercatat, pada 2017 sebanyak 7,3 juta wisatawan, kemudian meningkat menjadi 7,5 juta wisatawan pada 2018, dan mencapai puncaknya di angka 9,4 juta wisatawan pada 2019. Dengan landasan capaian pra-pandemi dan upaya masif pengembangan 55 desa wisata, target 10 juta kunjungan di masa mendatang dianggap sangat realistis dan dapat dicapai. Pembangunan desa wisata ini diharapkan menjadi roda penggerak ekonomi kerakyatan dan menjaga keberlanjutan budaya lokal.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.