Pasuruan [DESA MERDEKA] – Bulan Ramadan yang penuh berkah menjadi momentum indah bagi Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Jawa Timur dan Dewan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan (DKKP). Pada tanggal 7 April 2023, kedua organisasi ini menggelar aksi sosial yang menyentuh hati dengan membagikan 50 paket sembako sebagai tali asih kepada para seniman sepuh di Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan penghormatan kepada para maestro seni dari berbagai disiplin. Sebanyak 50 paket sembako diserahkan langsung kepada para seniman senior yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk melestarikan kekayaan budaya, mulai dari seniman Ludruk yang penuh tawa, para Dalang yang piawai memainkan wayang, Pelawak yang menghibur, Musisi yang merdu, Pelukis dengan goresan magisnya, Sinden dengan lantunan khasnya, Sastrawan yang merangkai kata, hingga para Budayawan sepuh yang menjadi penjaga tradisi. Penyerahan simbolis ini dilakukan langsung oleh Ketua FPK Jatim dan Sekretaris DKKP.
Sekretaris DKKP, Puput Surya Dewi, mengungkapkan bahwa kegiatan berbagi tali asih ini merupakan agenda rutin yang pihaknya laksanakan, terutama menjelang bulan suci Ramadan atau Hari Raya Idul Fitri. “Kegiatan ini adalah upaya kami untuk menghormati para seniman sepuh, baik yang masih aktif berkarya maupun yang sudah memasuki masa purna karya,” jelas seniman tari sekaligus seorang guru ini dengan penuh haru.
Puput menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari program pengurus DKKP, yang sebelumnya dikenal sebagai DK3P, dengan tujuan utama memberikan semangat kepada para seniman senior. Harapannya, para sesepuh seni ini tidak merasa terpinggirkan atau dilupakan oleh generasi seniman yang lebih muda. “Beliau-beliau ini telah lama berkecimpung dan berjasa dalam dunia seni budaya. Namun, saat ini banyak di antara mereka yang kondisi kesehatannya menurun. Oleh karena itu, kegiatan ini adalah salah satu bentuk penghormatan dan apresiasi tulus kami kepada para senior, agar mereka merasa tetap dihargai dan diperhatikan oleh para juniornya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua FPK Jatim, Ki Bagong Sabdo Sinukarto, menyampaikan bahwa acara ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar pemberian materi. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkembangkan rasa kebersamaan dan kepedulian antarsiman, khususnya antara seniman muda dan para seniornya. “Acara ini tidak hanya tentang memberikan penghormatan, tetapi juga tentang membangun dan mempererat tali persaudaraan serta rasa empati di antara sesama seniman,” pungkasnya dengan bijak.
Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa kegiatan mulia ini telah berjalan selama hampir satu dekade dan sepenuhnya didukung serta didanai melalui donasi dari para seniman dan budayawan yang memiliki kepedulian terhadap sesama. Semangat gotong royong dan kepedulian ini menjadi bukti bahwa dunia seni budaya tidak hanya kaya akan kreativitas, tetapi juga memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang luhur.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.