Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

DESA · 2 Des 2025 15:20 WIB ·

Banjir Bandang Hancurkan Lumbung Padi Tapsel, 54 Hektare Sawah Lenyap


					Kondisi Desa Garoga pasca diterjang banjir bandang. (Image courtesy: mistar.id) Perbesar

Kondisi Desa Garoga pasca diterjang banjir bandang. (Image courtesy: mistar.id)

Desa Garoga Tapsel Luluh Lantak Dihantam Banjir Bandang, Puluhan Hektare Sawah Tertimbun Pasir

Tapanuli Selatan, Sumatera Utara [DESA MERDEKA] Bencana alam banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan parah di Desa Garoga, yang berada tepat di perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Tapanuli Tengah (Tapteng). Desa yang selama ini dikenal sebagai lumbung padi terbesar di Kecamatan Batang Toru ini kini luluh lantak, dengan seluruh warganya terdampak dan puluhan hektare lahan pertanian hancur total.

Kepala Desa Garoga, Risman Rambe, mengungkapkan kesedihannya atas bencana luar biasa ini. Dari 235 Kartu Keluarga (KK) atau sekitar 1150 jiwa di desa tersebut, seratus persen warganya terdampak. Rumah-rumah penduduk hancur merata, bahkan banyak yang hanya menyisakan keramik lantai.

“Sepanjang hidup saya, baru kali ini Desa Garoga mengalami musibah seperti ini,” ujar Risman, dilansir dari Mistar.id, Selasa (2/12/2025).

Kepala Desa Garoga, Risman Rambe saat diwawancarai. (Image courtesy: Mistar.id)

Ratusan Tahun Terjaga, Hancur dalam Sekejap
Dampak paling krusial dirasakan sektor pertanian yang menjadi tumpuan hidup 99 persen warga Garoga. Risman menyebutkan, 54 hektare lahan persawahan hancur total disapu arus banjir bandang. Lahan pertanian yang dulunya hijau dan subur kini tertimbun pasir, lumpur, dan tumpukan kayu-kayu besar yang terbawa arus sungai Garoga I dan Garoga II.

Tragisnya, bencana ini terjadi hanya berselang seminggu setelah warga selesai menanam bibit padi.

“Lahan-lahan tertimbun pasir dan kayu-kayu besar. Ini semua baru siap tanam, masih nampak hijau-hijaunya, baru seminggu siap tanam begini keadaannya,” jelas Risman, seraya menunjukkan kondisi sawah yang kini tak berbentuk.

Kekhawatiran terbesar warga adalah kemungkinan mereka tidak bisa lagi bercocok tanam dalam waktu dekat karena kondisi lahan yang sudah tidak layak digunakan. Padahal, Garoga bukan hanya penghasil padi, tetapi juga menghasilkan komoditas lain seperti jagung dan palawija, bahkan dikenal dengan kekayaan hortikultura seperti buah durian.

Risman menekankan bahwa Desa Garoga selama ini menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan di Tapsel dan turut mendukung program pemerintah pusat.

Kayu-Kayu Besar dan Kebutuhan Mendesak Pengungsi
Risman Rambe juga menyuarakan keresahan warga terkait banyaknya kayu-kayu besar yang menghantam pemukiman mereka, terbawa oleh derasnya arus banjir. Ia mengaku heran dari mana asal muasal kayu-kayu tersebut, seraya membantah warganya melakukan penebangan liar di hulu sungai Garoga. Fenomena kayu besar ini menguatkan dugaan adanya penebangan di kawasan hulu yang menjadi pemicu dahsyatnya banjir bandang.

Saat ini, warga Desa Garoga yang rumahnya hancur masih mengungsi dan menyebar di tempat yang disediakan, seperti Desa Batu Hula dan Desa Aek Pining. Kebutuhan mendesak yang paling utama adalah makanan dan tenda-tenda pengungsian.

Kepala desa berharap agar penanganan bencana, terutama pemulihan lahan pertanian, bisa segera dibantu agar desanya kembali subur dan masyarakat kembali makmur.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 75 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Rebutan Kursi BPD Sidodadi Banyuwangi: Dusun Krajan Memanas!

24 Juli 2026 - 18:47 WIB

TMMD Hadirkan NIB Gratis, UMKM Kesongo Naik Kelas

24 Juli 2026 - 14:12 WIB

Kuota Perempuan Terjaga, Wajah Inklusif BPD Desa Purorejo

24 Juli 2026 - 13:34 WIB

Sawah, Sejarah, dan Siasat Watugede Mandiri Tanpa Subsidi

23 Juli 2026 - 08:14 WIB

Rahasia Sukses Desa Banjararum: Administrasi Tertib, Ekonomi Melejit

22 Juli 2026 - 07:45 WIB

Bukan Proyek Fisik, Toyomarto Alokasikan Dana Desa Berbasis Bukti

20 Juli 2026 - 21:35 WIB

Trending di DESA