Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

SOSBUD · 16 Mar 2025 19:20 WIB ·

Babinsa Bojonegoro: Seragam Hijau di Tengah Lumpur Demi Pangan


					<em>Babinsa Koramil 22/Trucuk Kodim 0813 Bojonegoro dampingi petani Desa Padang percepat tanam padi, Minggu (16/3/2025).</em> Perbesar

Babinsa Koramil 22/Trucuk Kodim 0813 Bojonegoro dampingi petani Desa Padang percepat tanam padi, Minggu (16/3/2025).

Bojonegoro, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Ketahanan pangan nasional kini tidak hanya bergantung pada cangkul petani, tetapi juga pada sinergi “loreng” di lapangan. Di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, jajaran Babinsa Koramil 22/Trucuk Kodim 0813 Bojonegoro membuktikan bahwa tugas militer melampaui pertahanan fisik. Mereka terjun langsung ke sawah guna mengawal percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi di lahan seluas dua hektar.

Kehadiran Sertu Muhammad Zaeni, Babinsa Desa Padang, di tengah lumpur bukan sekadar seremonial. Ini adalah bagian dari strategi percepatan tanam yang melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, penyuluh lapangan (PPL), serta kelompok tani setempat. Kolaborasi ini bertujuan memastikan Bojonegoro tetap kokoh sebagai pilar penyangga pangan nasional.

Mengapa Babinsa Turun ke Sawah?
Sudut pandang menarik muncul ketika kita melihat fungsi TNI sebagai motor motivasi. Di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga, petani seringkali membutuhkan suntikan semangat dan pendampingan teknis. Sertu Zaeni menegaskan bahwa keterlibatan TNI adalah bentuk komitmen nyata dalam mendukung program swasembada pangan pemerintah.

“Percepatan LTT ini sangat krusial. Kami bersinergi dengan Korluh dan PPL untuk memastikan setiap jengkal lahan dioptimalkan. Jika tanam dipercepat, masa panen bisa diprediksi lebih baik, dan stok pangan nasional aman,” ujar Sertu Zaeni pada Minggu (16/3/2025).

Optimalisasi Lahan dan Perawatan
Pendampingan ini tidak hanya berhenti pada proses menanam. Jajaran Babinsa dan PPL Kecamatan Trucuk juga memantau sistem pengairan serta memberikan edukasi mengenai perawatan tanaman agar terhindar dari hama. Fokus utamanya adalah meningkatkan produktivitas per hektar agar hasil panen melampaui target tahun sebelumnya.

Langkah “jemput bola” yang dilakukan TNI dan instansi pertanian ini diharapkan mampu memutus rantai kendala distribusi informasi teknologi pertanian ke petani desa. Dengan demikian, percepatan LTT bukan sekadar mengejar target angka, melainkan membangun ekosistem pertanian yang tangguh dan modern di tingkat akar rumput.

Melalui langkah nyata ini, Bojonegoro optimis dapat terus menyuplai kebutuhan beras nasional secara berkelanjutan, sekaligus menyejahterakan para pahlawan pangan di desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Khatam Al-Qur’an: Benteng Generasi Muda Nanggalo

1 Juni 2026 - 16:15 WIB

Lawan Dampak Handphone dengan Filosofi Adat Minangkabau

29 Mei 2026 - 19:51 WIB

Menggali Peradaban Kuno di Negeri Seribu Menhir Maek

29 Mei 2026 - 10:32 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Dongkrak Gengsi Peternak Merangin

27 Mei 2026 - 13:30 WIB

Desa Terdampak Bencana Jadi Fokus Tebar Qurban Pemprov Sumbar

26 Mei 2026 - 20:22 WIB

Sinergi Pemuda Sumbar Jadi Benteng Persatuan Desa

23 Mei 2026 - 10:48 WIB

Trending di SOSBUD