Brebes, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Siapa sangka, sebuah hidangan yang dahulu hanya dianggap sebagai camilan iseng para pria saat berkumpul, kini menjadi primadona ekonomi di Desa Tanggeran, Kabupaten Brebes. Ayam Gecok, kuliner khas yang lahir dari tangan terampil Bu Evi, sukses menarik perhatian mahasiswa KKN yang sedang bertugas di wilayah Kecamatan Tonjong tersebut, Kamis (19/02/2026).
Potensi Ayam Gecok sebagai identitas desa menjadi daya tarik utama. Hidangan ini menawarkan rasa otentik yang lahir dari kesederhanaan bumbu tradisional, menjadikannya peluang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjanjikan bagi kesejahteraan warga desa.
Rahasia Dapur: Bumbu Bakar Tanpa Ukuran
Keunikan Ayam Gecok terletak pada proses pengolahan yang menolak modernitas instan. Bu Evi menjelaskan kepada para mahasiswa bahwa kunci kelezatan hidangan ini adalah aroma “sangit” yang menggoda. Bahan utama seperti jahe, terasi, bawang merah, dan cabai, wajib dibakar terlebih dahulu sebelum ditumbuk secara manual.
“Dahulu ini identik dengan makanan buatan bapak-bapak karena bumbunya praktis. Namun, cara masaknya menggunakan insting. Tidak ada takaran pasti, semuanya mengandalkan pengalaman,” ujar Bu Evi saat mendemonstrasikan proses perebusan ayam bersama bumbu hingga meresap sempurna. Penggunaan jahe yang kuat memberikan sensasi hangat, sementara terasi bakar menghadirkan gurih yang mendalam.
Dari Meja Makan Menuju Ikon Desa
Kegiatan yang turut dihadiri perangkat desa ini bukan sekadar kunjungan biasa. Makan bersama di dapur sederhana Bu Evi menjadi ruang diskusi strategis mengenai pelestarian kearifan lokal. Mahasiswa KKN bersama pihak kelurahan melihat adanya potensi besar untuk membawa Ayam Gecok keluar dari batas desa menuju pasar yang lebih luas.
Kekuatan Ayam Gecok terletak pada narasi sejarahnya. Sebagai kuliner yang bermula dari aktivitas sosial warga pria di masa lalu, cerita di balik piring ini memberikan nilai tambah bagi para penikmat kuliner yang mencari pengalaman budaya, bukan sekadar rasa kenyang.
Upaya Bu Evi mempertahankan resep tradisional ini menjadi cermin bagi pelaku UMKM lain. Kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan pelaku usaha diharapkan mampu menciptakan kemasan dan strategi pemasaran digital yang lebih apik. Dukungan nyata terhadap kuliner seperti Ayam Gecok adalah langkah konkret untuk memastikan identitas Desa Tanggeran tetap hidup di tengah gempuran makanan modern.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.