Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah [DESA MERDEKA] – Kehadiran aspal mulus di Jalan Pelita, Desa Tinduk, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), bukan sekadar urusan teknis beton dan aspal. Bagi masyarakat setempat, selesainya proyek Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) ini adalah simbol berakhirnya masa isolasi sosial dan ekonomi yang telah membelenggu mereka selama bertahun-tahun.
Jalan yang dulunya rusak berat, licin, dan penuh lubang kini telah bertransformasi menjadi nadi kehidupan. Secara sosial, membaiknya akses jalan ini mengubah perilaku masyarakat. Jika dulu warga cenderung terkurung di rumah karena sulitnya akses, kini suasana sore di Desa Tinduk menjadi lebih hidup. Ruas jalan ini mulai dimanfaatkan warga untuk berinteraksi dan menikmati suasana desa, sebuah fenomena budaya lokal yang mempererat ikatan kekerabatan antarwarga.
Penjabat Kepala Desa Tinduk, Zikrillah, mengungkapkan bahwa perubahan ini menjawab kebutuhan paling mendasar masyarakat. “Akses menuju kebun, lahan pertanian, hingga Kota Sampit kini jauh lebih mudah. Ini memangkas waktu tempuh dan biaya distribusi yang selama ini memberatkan petani,” tuturnya, Jumat (16/1/2026).
Ketahanan Pangan dan Warisan Budaya Bertani
Secara budaya, masyarakat Desa Tinduk sangat bergantung pada sektor agraris. Warisan bertani padi, berkebun sawit, hingga menyadap rotan adalah identitas utama desa ini. Keberadaan jalan yang layak menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap kedaulatan pangan dan pelestarian mata pencaharian tradisional warga.
Sebelum adanya bantuan IJD, warga harus berjuang keras mengangkut hasil panen, terutama saat musim hujan. Upaya swadaya dan pemeliharaan rutin dari dana desa sebelumnya selalu gagal melawan kerusakan yang masif. Kini, dengan pagu anggaran mencapai Rp15,08 miliar untuk peningkatan sepanjang 3,22 kilometer, harapan baru tumbuh di tengah kawasan persawahan.
Sinergi Pemerintah dan Keselamatan Publik
Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, menjelaskan bahwa keberhasilan program ini merupakan buah komitmen Pemkab Kotim di bawah pimpinan Bupati Halikinnor. Jalan Pelita dipilih karena memenuhi kriteria strategis: terhubung dengan jalan nasional dan mendukung akses pendidikan serta ketahanan pangan.
Namun, kenyamanan aspal baru juga membawa tantangan sosial baru. Pemerintah desa kini gencar berkoordinasi dengan Polsek Kota Besi dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan patroli rutin. Tujuannya adalah memastikan bahwa aktivitas sosial warga di sore hari tetap mengutamakan keselamatan dan tidak menyalahgunakan badan jalan.
Dengan terkoneksinya Jalan Pelita ke Jalan Tengku Gembo di Kecamatan Kota Besi, jaringan transportasi lokal kini semakin kuat. Inovasi infrastruktur ini diharapkan tidak hanya mempercantik desa secara fisik, tetapi juga mengangkat martabat sosial dan ekonomi masyarakat Desa Tinduk secara berkelanjutan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.