Sekolah Desa: Kunci Mandiri dalam Infrastruktur
Pringsewu, Lampung [DESA MERDEKA] – Tim Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Provinsi Lampung bersama TAPM Kabupaten Pringsewu memperkuat kapasitas aparatur desa setempat melalui pelatihan Sekolah Desa Bidang Infrastruktur. Pelatihan ini fokus pada materi teknis dasar yang sangat mudah diterapkan, khususnya bagi aparatur desa yang tidak memiliki latar belakang teknik sipil, agar mereka mampu merencanakan pembangunan infrastruktur secara mandiri dan efisien.
Pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian desa dalam perencanaan pembangunan ini menyajikan materi kunci, meliputi pengenalan dasar rumus bangun ruang, teknik survei perencanaan lokasi, serta praktik menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) Tembok Penahan Tanah.
Metode Sederhana, Hasil Nyata
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 8 Oktober 2025, ini menghadirkan narasumber utama, yakni TAPM Provinsi Lampung PIC Pemanfaatan Dana Desa, Umroh Fatoni, dan TAPM Kabupaten Pringsewu PIC Pemanfaatan Dana Desa, Singgih Bambang Kuncahyo.
Singgih Bambang Kuncahyo menjelaskan bahwa materi sengaja didesain sesederhana mungkin untuk memastikan semua peserta dapat memahami dan segera mengaplikasikannya dalam perencanaan infrastruktur desa sehari-hari.
“Karena tidak ada peserta yang berlatar belakang teknik sipil, maka materi kami buat sesederhana mungkin agar mudah dipahami dan diterapkan dalam perencanaan infrastruktur desa,” ujar Singgih, menekankan bahwa kunci keberhasilan pelatihan ini adalah kemudahan penerapan di lapangan.
Sementara itu, Umroh Fatoni menyatakan bahwa metode pelatihan yang efektif ini akan dijadikan model percontohan. “Kami akan terus menyempurnakan metode dan materi ini agar aparatur desa di kabupaten lain semakin mudah menerapkannya. Metode pelatihan ini akan direplikasi ke kabupaten lain,” ungkap Umroh.
Komitmen Lanjutan dan Evaluasi Peserta
Para peserta pelatihan memberikan respons yang sangat positif. Mereka menilai pelatihan ini sangat bermanfaat, materinya sederhana, dan yang terpenting, diselenggarakan secara gratis. Keluhan utama yang disampaikan peserta adalah terbatasnya waktu pelatihan yang hanya berlangsung satu hari. Mereka berharap agar pelatihan serupa dapat digelar kembali dengan durasi yang lebih panjang untuk pendalaman materi.
Menanggapi masukan ini, Koordinator Kabupaten TPP Pringsewu, Riyadi Murdoko, dalam penutupan kegiatan, menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti.
“Kami akan membuat training need assessment agar pelatihan berikutnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan peserta. Prinsipnya, pelatihan ini harus dari, oleh, dan untuk peserta,” tegas Riyadi. Komitmen ini menandai langkah awal yang kuat dalam memperkuat kapasitas aparatur desa Pringsewu untuk merencanakan pembangunan infrastruktur yang akuntabel dan tepat sasaran. Pelatihan ini adalah langkah awal yang strategis dalam memperkuat kapasitas aparatur desa dalam merencanakan pembangunan infrastruktur secara mandiri dan efisien, menjadikannya investasi penting bagi kemajuan desa.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.