Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 26 Mar 2025 07:05 WIB ·

Amasing Kota Utara Mendesak Talud, Atasi Banjir Permanen!


					<em>Rapat terbatas tim BPBD dan PUPR bersama Pemdes Amasing Kota Utara dan Amasing Kota Barat, Minggu 23 Maret 2025, malam (Image courtesy: Halmaherapost)</em> Perbesar

Rapat terbatas tim BPBD dan PUPR bersama Pemdes Amasing Kota Utara dan Amasing Kota Barat, Minggu 23 Maret 2025, malam (Image courtesy: Halmaherapost)

Halmahera Selatan, Maluku Utara [DESA MERDEKA] Pemerintah Desa Amasing Kota Utara, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, secara tegas mendesak pemerintah daerah agar segera membangun talud penahan tebing sungai. Desakan ini muncul sebagai respons atas ancaman banjir yang kerap melanda permukiman warga akibat luapan sungai saat intensitas hujan tinggi.

Desakan ini disampaikan dalam rapat terbatas yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Pemerintah Desa Amasing Kota Barat. Rapat koordinasi penting ini dilaksanakan pada Minggu, 23 Maret 2025, untuk mencari solusi komprehensif atas permasalahan banjir yang berulang.

Usman Djauhan, Kepala Desa Amasing Kota Utara, menjelaskan bahwa kondisi sungai yang belum memiliki talud di beberapa titik kritis menjadi penyebab utama meluapnya air ke permukiman saat hujan deras. “Penambahan talud sangat mendesak untuk melindungi warga dari ancaman banjir dan meminimalisasi kerugian yang ditimbulkan,” ujarnya. Ia menambahkan, pembangunan talud ini adalah prioritas utama demi keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Selain pembangunan talud, rapat tersebut juga membahas rencana normalisasi Sungai Amasing sebagai solusi jangka panjang untuk menjaga aliran sungai tetap stabil dan mencegah sedimentasi. Sebagai langkah awal untuk mempercepat penanganan, tim gabungan dari BPBD dan PUPR bersama perwakilan pemerintah desa akan langsung turun ke lokasi terdampak pada Senin, 24 Maret 2025. Peninjauan lapangan ini bertujuan untuk memetakan secara detail area yang memerlukan intervensi segera dan menentukan titik-titik krusial yang harus dibangun talud.

“Langkah ini penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran, sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” tambah Usman, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan dinas terkait.

Pemerintah Desa Amasing Kota Utara berharap agar usulan pembangunan talud ini segera mendapat perhatian serius dan realisasi dari pemerintah daerah. Mereka menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur vital ini harus segera direalisasikan demi keselamatan dan kesejahteraan ribuan warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, serta untuk mencegah kerugian lebih lanjut akibat bencana banjir di masa mendatang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 70 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN