Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 11 Des 2025 09:39 WIB ·

AKPERSI Tegas: Jurnalis Bukan Konten Kreator, Marwah Profesi Tak Boleh Ditawar


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Rakernas Perdana AKPERSI di Cianjur Menegaskan Sikap Keras Jurnalis Profesional di Era Digital

Cianjur, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perdana di Villa Lembah Resort Permai, Kampung Kawung, Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Acara yang dihadiri oleh ratusan jurnalis dari seluruh struktur organisasi, mulai dari DPP hingga DPC, ini menjadi ajang konsolidasi kekuatan dan penegasan sikap pers nasional di tengah pesatnya arus digitalisasi.

Rakernas tahun ini mengangkat tema krusial: “Transformasi Jurnalis: Digitalisasi, Konten Kreator Bukan Jurnalis.”

Momen puncak dan paling mengguncang terjadi ketika Ketua Umum DPP AKPERSI, Rino Triyono, menyampaikan pernyataan keras yang disambut tepuk tangan panjang oleh para peserta. Rino menegaskan batas tegas antara profesi jurnalistik dan aktivitas kreator konten.

“Konten kreator bukan jurnalis, dan jurnalis bukan konten kreator!” tegasnya.

Menurut Rino, kemajuan era digital tidak boleh dijadikan alasan untuk menyamakan profesi jurnalistik dengan konten kreator. Ia menekankan bahwa jurnalis terikat pada etika, standar, dan tanggung jawab profesional yang tidak dimiliki oleh kreator konten pada umumnya.

“Digitalisasi boleh maju, tapi marwah profesi tidak boleh dicampuradukkan,” lanjutnya, menegaskan komitmen AKPERSI untuk menjaga kehormatan profesi di tengah ledakan informasi digital.

Integritas dan Loyalitas Tidak Bisa Dibeli
Dalam pidatonya yang penuh semangat, Rino Triyono juga menyuarakan sikap anti-intervensi dan independensi organisasi. Ia memperingatkan pihak eksternal agar tidak mencoba menekan atau membeli integritas anggota AKPERSI.

“Integritas tidak bisa dibeli, harga diri organisasi tidak bisa ditawar, dan loyalitas sejati tidak bisa dibayar!” ujarnya lantang.

Peringatan terbuka juga dilontarkan kepada pihak mana pun yang mencoba mengganggu soliditas struktur organisasi dari pusat hingga daerah. Rino menyatakan komitmennya untuk berdiri di barisan terdepan membela anggotanya.

“Jika ada yang berani mengintervensi DPC atau DPD kami, sebelum semuanya bergerak, saya sendiri yang akan berdiri paling depan!” tegasnya, yang membuat ruangan kembali bergemuruh, menegaskan soliditas AKPERSI sebagai benteng jurnalis berintegritas.

Deklarasi Lima Program Strategis AKPERSI 2025
Rakernas AKPERSI 2025 yang diselenggarakan di Cianjur ini tidak hanya menghasilkan penegasan sikap, tetapi juga melahirkan lima program strategis yang akan menjadi fokus organisasi ke depan:

  • Sertifikasi jurnalis berbasis standar profesional untuk meningkatkan kualitas SDM pers.
  • Penguatan hukum pers di seluruh DPD dan DPC guna melindungi anggota secara yuridis.
  • Modernisasi ruang redaksi digital (Digital Newsroom Modernization) untuk adaptasi teknologi.
  • Konsolidasi struktur organisasi dari pusat hingga desa.
  • Penguatan marwah jurnalis di tengah ledakan kreator konten.

Rakernas ditutup dengan pesan kuat dari Cianjur untuk Indonesia, menegaskan bahwa AKPERSI adalah rumah besar jurnalis berintegritas yang tidak dapat diganggu oleh kepentingan mana pun.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gubernur Sumbar Buka Seleksi Kafilah MTQ Nasional XXXI, 163 Peserta Bersaing Rebut Tiket ke Semarang

29 April 2026 - 16:48 WIB

Skandal Dana Desa Loleo: LSM KANe Desak Inspektorat Halsel Audit Investigatif Aset Mewah Kades dan Bendahara!

29 April 2026 - 12:54 WIB

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Optimisme Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Trending di RAGAM