Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

RAGAM · 15 Mei 2024 17:08 WIB ·

Panen Ganda Aquaponik: Lele dan Sayur Sejahterakan Warga Amban


					Kelompok Usaha Tani Petra di Kelurahan Amban antusias mengikuti pelatihan budidaya lele sistem aquaponik dari tim Unipa, siap menghasilkan panen ganda yang efisien dan berkelanjutan. Perbesar

Kelompok Usaha Tani Petra di Kelurahan Amban antusias mengikuti pelatihan budidaya lele sistem aquaponik dari tim Unipa, siap menghasilkan panen ganda yang efisien dan berkelanjutan.

Manokwari, [DESA MERDEKA] Warga Kelurahan Amban, Manokwari, Papua Barat, kini berkesempatan meningkatkan kesejahteraan melalui inovasi budidaya lele aquaponik. Program pemberdayaan yang digagas Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Papua (Unipa) ini menawarkan solusi panen ganda: ikan lele sekaligus sayuran segar, mengubah pekarangan rumah menjadi sumber pendapatan baru.

Inisiatif ini hadir sebagai jawaban atas tantangan budidaya lele skala rumah tangga yang selama ini belum optimal di Kelurahan Amban. Dr. Thomas Frans Pattiasina, Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unipa, menjelaskan bahwa sistem aquaponik jauh lebih efisien dan memberikan nilai tambah signifikan dibandingkan metode konvensional. “Dengan aquaponik, pelaku usaha bisa memanen ikan dan sayuran sekaligus, meningkatkan produksi dan pendapatan mereka,” ujar Dr. Thomas, Rabu (15/5/2024).

Tim Pemberdayaan kepada Masyarakat Universitas Papua memberikan pelatihan tahap pertama bagi pelaku usaha budidaya ikan lele di Manokwari. (LPPM Universitas Papua)
Teknik Cerdas untuk Hasil Berlipat

Aquaponik adalah sistem pertanian terintegrasi yang menggabungkan akuakultur (budidaya ikan) dengan hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah). Dalam sistem cerdas ini, nutrisi yang dihasilkan dari kotoran ikan dimanfaatkan sebagai pupuk alami untuk tanaman sayuran. Air dari kolam ikan dialirkan ke media tanam sayuran, kemudian air yang telah tersaring dan kaya oksigen kembali ke kolam ikan. Siklus tertutup ini menciptakan simbiosis mutualisme yang efisien dan berkelanjutan.

Kelompok Usaha Tani Petra di Kelurahan Amban menjadi mitra percontohan dalam program ini. Keberhasilan mereka diharapkan dapat menginspirasi dan diadopsi oleh masyarakat luas di Manokwari, khususnya di wilayah kelurahan lainnya. Lele dipilih bukan tanpa alasan. Komoditas air tawar ini memiliki potensi besar di Manokwari, dengan pertumbuhan cepat dan harga jual yang relatif stabil, menjadikannya pilihan favorit bagi banyak pembudidaya lokal.

Mengatasi Tantangan dengan Pendampingan Holistik

Dr. Thomas mengakui bahwa keterbatasan pengetahuan dan penguasaan teknologi menjadi kendala utama bagi pembudidaya lele di Amban sebelumnya. Oleh karena itu, program pemberdayaan ini dirancang secara komprehensif, tidak hanya fokus pada aspek teknis budidaya. “Pelatihan ini tidak hanya soal penerapan teknologi aquaponik, tetapi juga pengelolaan keuangan usaha yang baik,” tegasnya.

Program yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi ini dibagi dalam tiga tahapan krusial. Tahap pertama membekali peserta dengan teori budidaya lele aquaponik, manajemen keuangan, dan strategi keberlanjutan usaha. Tahap kedua melibatkan praktik langsung pembuatan konstruksi aquaponik, perhitungan bibit, pemberian pakan, pemeliharaan tanaman, dan kontrol kualitas air. Terakhir, tahap ketiga adalah pendampingan intensif untuk memastikan implementasi dan produktivitas yang optimal, berlangsung dari awal hingga akhir September 2024.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unipa yang menginisiasi program penting ini dipimpin oleh Dr. Thomas Frans Pattiasina, didampingi anggota tim Ludia Wambrauw, Dr. Ir. Reymas M. R. Ruimassa, Dr. Yori Turu Toja, Wilson Palelingan Aman, dan Dr. Ir. Alberth W. A. Remyaan. Inisiatif ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi ketahanan pangan desa dan peningkatan ekonomi keluarga di Kelurahan Amban.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Abdurrahman Ad Dakhil Lubis Peraih Juara 1 Hafiz Indonesia 2026 Mendapat Apresiasi Khusus dari Gubernur Sumbar

29 Maret 2026 - 21:11 WIB

Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar Ajak OPD Olahraga Bersama, Perkuat Kebersamaan dan Kedekatan dengan Masyarakat

29 Maret 2026 - 20:56 WIB

Alasan Mengejutkan! Sekda Jombang Ungkap Kenapa Pelantikan PJTP Tidak Biasa

28 Maret 2026 - 17:48 WIB

Tiga Tahun Menanti Setetes Air: Sidopo Krisis, Pemda Halsel Jangan ‘Tuli’ terhadap Jeritan Rakyat

28 Maret 2026 - 09:14 WIB

Denyut Nadi di Dermaga Bonerate: Perpisahan di Bawah Terik dan Harapan di Arus Balik 2026

27 Maret 2026 - 23:34 WIB

Misteri Ikan Mujair: Imigran Afrika yang Disangka Asli Blitar

25 Maret 2026 - 21:48 WIB

Trending di RAGAM