Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa kunci utama kemajuan Kota Sawahlunto terletak pada kuatnya sinergitas antara lembaga eksekutif dan legislatif. Penegasan ini disampaikan Mahyeldi saat membuka agenda Orientasi Anggota DPRD Kota Sawahlunto periode 2024-2029 di Hotel Truntum, Padang, Selasa (20/8/2024).
Mahyeldi menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Kota Arang tersebut, terutama karena didukung oleh potensi sumber daya manusia yang mumpuni. Ia mengajak seluruh anggota DPRD yang baru dilantik untuk bergerak serentak mengoptimalkan pembangunan daerah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus bekerja sama untuk memajukan Sawahlunto dan menyejahterakan masyarakatnya. Kolaborasi yang solid antara pemerintah kota dan dewan sangat diperlukan agar target-target pembangunan dapat tercapai tepat sasaran,” tegasnya.
Lima Fokus Utama Pembangunan Sawahlunto
Dalam arahannya, Mahyeldi memetakan lima sektor strategis yang harus menjadi prioritas bagi DPRD Sawahlunto dalam lima tahun ke depan. Pertama adalah perbaikan infrastruktur dan fasilitas umum yang saat ini dinilai belum memadai di beberapa titik. Kedua, perlindungan terhadap warisan budaya dunia (UNESCO World Heritage) yang menjadi identitas unik Sawahlunto.
Ketiga, penguatan sektor pariwisata melalui peningkatan aksesibilitas dan promosi yang lebih masif. Keempat, dukungan terhadap UMKM dan ekonomi kreatif sebagai mesin penggerak ekonomi rakyat. Terakhir, pengembangan sektor perdagangan untuk memastikan perputaran ekonomi di Sawahlunto tetap stabil dan menguntungkan masyarakat.
Menjawab Tantangan Daerah Melalui Kolaborasi
Senada dengan hal tersebut, Penjabat (Pj) Wali Kota Sawahlunto, Fauzan Hasan, juga menyoroti pentingnya keharmonisan hubungan kerja antara pemerintah kota dan DPRD. Menurutnya, orientasi ini menjadi langkah awal yang penting bagi para anggota legislatif untuk memahami fungsi dan peran mereka secara mendalam.
Fauzan berharap, dengan sinergi yang terbangun sejak dini, berbagai permasalahan kompleks di Sawahlunto—mulai dari isu sosial hingga pemulihan ekonomi pascapandemi—dapat segera teratasi. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya bersifat formalitas, tetapi benar-benar terimplementasi dalam penyusunan kebijakan dan pengawasan anggaran yang berpihak pada rakyat.
Melalui orientasi ini, para anggota DPRD diharapkan mampu menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan secara profesional guna mendukung visi Sawahlunto yang lebih maju dan berbudaya.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.