Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

EKBIS · 30 Mei 2026 18:42 WIB ·

Internet Rakyat: Senjata Baru BUMDesa Sragen Mandiri Digital


					Perangkat Internet Rakyat di Acara GAS 2026 Perbesar

Perangkat Internet Rakyat di Acara GAS 2026

Sragen, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Di sudut ramai Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS), Sragen, sebuah kotak putih kecil tampak tenang, seolah tak peduli dengan riuh rendah pengunjung Government Auto Show (GAS) 2026. Jangan salah sangka, kotak kecil itu adalah “otak” di balik kelancaran transaksi pajak kendaraan bermotor yang dilakukan pengunjung. Ia adalah perangkat Internet Rakyat (IRA), teknologi nirkabel yang kini menjadi garda terdepan transformasi layanan publik di Kabupaten Sragen.

Pada usia ke-280 tahun, Kabupaten Sragen tidak lagi terjebak pada cara-cara konvensional. Penempatan IRA di area pameran bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan strategi jitu Forum BUMDes Indonesia Kabupaten Sragen untuk memastikan konektivitas Samsat Budiman tetap stabil. Di tengah padatnya sinyal seluler yang sering kali lemot di lokasi acara, IRA hadir memberikan stabilitas yang dibutuhkan sistem keuangan sekuritas tinggi.

Desta, salah satu pengunjung, sempat terheran. “Saya kira pakai tethering HP biasa, ternyata jaringan WiFi Forum BUMDes ini jauh lebih stabil,” ungkapnya.

Bagi Sragen, ini adalah langkah maju dalam kedaulatan digital. Secara geografis, Sragen yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur memiliki tantangan pemerataan sinyal di wilayah pinggiran. Kehadiran IRA menjawab tantangan tersebut dengan model bisnis yang cerdas. BUMDesa kini bertransformasi menjadi penyedia layanan internet mandiri.

Potensi ekonomi yang dihasilkan pun nyata. Dengan menjadi agen penyedia internet di wilayah blank spot, BUMDesa tidak hanya menutup kesenjangan digital warga, tetapi juga mengalirkan keuntungan langsung ke kantong Pendapatan Asli Desa (PADes). Ini adalah siklus ekonomi baru: infrastruktur internet dikelola warga, untuk warga, dan hasilnya membiayai pembangunan desa itu sendiri.

Langkah taktis UPPD Sragen dan Forum BUMDes Indonesia ini adalah pengingat bagi kita semua. Digitalisasi bukan sekadar jargon politik, melainkan alat untuk mencapai kemandirian desa. Jika kotak kecil bernama IRA ini mampu menyebar ke seluruh pelosok Sragen, bukan tidak mungkin desa-desa di sini akan menjadi pionir kedaulatan ekonomi digital di Indonesia. Di sinilah masa depan desa dimulai: bukan dari pusat kota, tapi dari jangkauan internet yang merata hingga ke depan rumah warga.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Membaca Misi Digitalisasi BUMDesa lewat Samsat Budiman

30 Mei 2026 - 12:22 WIB

Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Samsat Budiman

Strategi GAS Sragen 2026 Dongkrak Pendapatan Daerah

29 Mei 2026 - 16:44 WIB

Government Auto Show 2026 di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen

Hilirisasi Pinang Lima Puluh Kota Menembus Pasar Ekspor

29 Mei 2026 - 10:45 WIB

Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Desa: Benarkah Sawah Terancam?

24 Mei 2026 - 15:07 WIB

Ironi Lingkar Tambang: Solar Subsidi di Obi Raib, Pembangunan Desa Lumpuh

21 Mei 2026 - 05:58 WIB

Simbiosis Cuan: Menabung di Bank Daerah Bangun UMKM Desa

17 Mei 2026 - 17:09 WIB

Trending di EKBIS