Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

EKBIS · 29 Mei 2026 10:45 WIB ·

Hilirisasi Pinang Lima Puluh Kota Menembus Pasar Ekspor


					Hilirisasi Pinang Lima Puluh Kota Menembus Pasar Ekspor Perbesar

Limapuluh Kota, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Geliat ekonomi di Jorong Akabiluru, Nagari Koto Tangah Batu Hampa, Kabupaten Lima Puluh Kota, kini lebih bertenaga. Kehadiran PT Maju Kolpin Sejahtera tidak hanya berdiri sebagai gedung pabrik, tetapi menjadi lokomotif hilirisasi pinang yang mengubah nasib para petani lokal. Dengan proses ketat mulai dari perebusan dua jam hingga pengeringan oven selama empat hari, produk pinang dari pelosok Sumatera Barat ini kini telah menembus pasar ekspor ke Vietnam sebagai bahan baku permen premium.


Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam kunjungannya pada Kamis (28/5/2026), menekankan bahwa langkah ini adalah antitesis dari tradisi lama menjual komoditas mentah.

“Hadirnya industri ini memberikan nilai tambah yang nyata bagi petani. Kita tidak lagi hanya melepas hasil bumi dengan harga murah, tetapi telah meningkatkan daya saing melalui pengolahan terstandar,” ujar Mahyeldi di sela-sela peninjauannya.

Keberhasilan investasi ini bukan sekadar statistik di atas kertas. Dampak sosialnya terasa langsung di tingkat nagari. Sebanyak 600 tenaga kerja kini menggantungkan harapan pada aktivitas produksi pabrik, di mana 60 persen di antaranya merupakan warga lokal Kabupaten Lima Puluh Kota. Hal ini membuktikan bahwa investasi yang tepat sasaran dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat tanpa harus meninggalkan desa.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, mengapresiasi sinergi antara investor dengan pemerintah nagari dan kabupaten. Bagi petani, kehadiran pabrik ini memberikan kepastian pasar yang selama ini sulit didapatkan. Dengan kualitas hasil produksi yang terjaga, Kabupaten Lima Puluh Kota semakin mengukuhkan posisinya sebagai The Central of Agro di Sumatera Barat.

Sinergi lintas sektoral ini menjadi model pembangunan ideal bagi desa-desa lainnya. Ketika industri pengolahan berbasis komoditas lokal hadir dan dikelola dengan profesional, maka kemandirian ekonomi nagari bukan lagi sekadar impian. Kini, pinang yang dulunya hanya dipandang sebagai komoditas sampingan, telah bertransformasi menjadi pilar penggerak ekonomi yang membawa produk daerah hingga ke mancanegara. Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa hilirisasi di level nagari adalah kunci nyata dalam memajukan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Strategi GAS Sragen 2026 Dongkrak Pendapatan Daerah

29 Mei 2026 - 16:44 WIB

Government Auto Show 2026 di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen

Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Desa: Benarkah Sawah Terancam?

24 Mei 2026 - 15:07 WIB

Ironi Lingkar Tambang: Solar Subsidi di Obi Raib, Pembangunan Desa Lumpuh

21 Mei 2026 - 05:58 WIB

Simbiosis Cuan: Menabung di Bank Daerah Bangun UMKM Desa

17 Mei 2026 - 17:09 WIB

Kandang Kambing Gunungsari Jadi Benteng Ketahanan Pangan Pesawaran

16 Mei 2026 - 16:08 WIB

Kemiskinan di Jombang: Angka Melandai, Daya Beli Terhimpit Ekonomi Digital

13 Mei 2026 - 01:12 WIB

Trending di EKBIS