Jakarta [DESA MERDEKA] – Stigma “papan nama” yang melekat pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) selama bertahun-tahun kini menemui titik balik. Sinergi strategis antara Bakrie Center Foundation (BCF), Kemendesa PDT, dan Forum BUMDes Indonesia (FBI) resmi dibentuk untuk menyuntikkan mentalitas korporasi ke jantung ekonomi desa. Melalui pertemuan daring pada Rabu (29/4/2026), kolaborasi ini sepakat menjadikan generasi muda sebagai ujung tombak transformasi.
Krisis daya saing dan lemahnya kapasitas SDM diakui sebagai penyebab utama banyak BUMDes mati suri. Meski jumlahnya menjamur, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) masih minim. Masalah klasik ini dijawab dengan pengiriman fasilitator muda ke lapangan untuk mengelola unit usaha desa dengan standar daya saing perusahaan besar.
Fasilitator Muda Sebagai Motor Bisnis
Salah satu terobosan paling progresif adalah diterjunkannya lulusan baru (fresh graduate) sebagai garda depan. Setiap BUMDes akan mendapatkan pendampingan dari tiga fasilitator muda dengan spesialisasi khusus: pengembangan bisnis, pemasaran, dan tata kelola keuangan. Langkah ini memastikan intervensi tidak hanya bersifat teori, melainkan praktik nyata berbasis kebutuhan lapangan.
Penggunaan indikator Village-Owned Enterprise Competitiveness Index akan menjadi alat ukur obyektif untuk memetakan kekuatan desa. Fasilitator muda ini bertugas menyusun business model canvas hingga memperkuat jejaring octa helix, sehingga desa memiliki arah usaha yang jelas dan berkelanjutan.
Menghapus Tradisi Usaha Tanpa Arah
Ketua Umum Forum BUMDes Indonesia, Yani Setyadiningrat, mengungkapkan realita pahit bahwa banyak desa gagal bukan karena kekurangan modal, melainkan hilangnya arah usaha. Kepercayaan masyarakat sering kali pudar karena pengelolaan yang tidak transparan dan asal-asalan. Fokus utama ke depan adalah membangun kembali integritas BUMDes mulai dari unit usaha kecil yang produktif.
Program percontohan (pilot project) melalui Collaborative Leadership Program (CLP) akan segera dilaksanakan sebelum diadopsi secara nasional. Masuknya literasi digital dan semangat inovasi dari kaum muda diharapkan mampu mendongkrak legalitas serta ekosistem bisnis hulu ke hilir, sekaligus memastikan BUMDes bertransformasi menjadi entitas bisnis kompetitif yang menyejahterakan warga.

Jurnalis
NIM : JT 2207-0007

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.