Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

EKBIS · 2 Mei 2026 11:32 WIB ·

Tenaga Muda Profesional Siap Sulap BUMDes Jadi Korporasi Desa


					Rapat Via Zoom Bersama Bakrie Center Foundation (BCF), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDT), serta Forum BUMDes Indonesia (FBI) Perbesar

Rapat Via Zoom Bersama Bakrie Center Foundation (BCF), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDT), serta Forum BUMDes Indonesia (FBI)

Jakarta [DESA MERDEKA] Stigma “papan nama” yang melekat pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) selama bertahun-tahun kini menemui titik balik. Sinergi strategis antara Bakrie Center Foundation (BCF), Kemendesa PDT, dan Forum BUMDes Indonesia (FBI) resmi dibentuk untuk menyuntikkan mentalitas korporasi ke jantung ekonomi desa. Melalui pertemuan daring pada Rabu (29/4/2026), kolaborasi ini sepakat menjadikan generasi muda sebagai ujung tombak transformasi.

Krisis daya saing dan lemahnya kapasitas SDM diakui sebagai penyebab utama banyak BUMDes mati suri. Meski jumlahnya menjamur, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) masih minim. Masalah klasik ini dijawab dengan pengiriman fasilitator muda ke lapangan untuk mengelola unit usaha desa dengan standar daya saing perusahaan besar.

Fasilitator Muda Sebagai Motor Bisnis
Salah satu terobosan paling progresif adalah diterjunkannya lulusan baru (fresh graduate) sebagai garda depan. Setiap BUMDes akan mendapatkan pendampingan dari tiga fasilitator muda dengan spesialisasi khusus: pengembangan bisnis, pemasaran, dan tata kelola keuangan. Langkah ini memastikan intervensi tidak hanya bersifat teori, melainkan praktik nyata berbasis kebutuhan lapangan.

Penggunaan indikator Village-Owned Enterprise Competitiveness Index akan menjadi alat ukur obyektif untuk memetakan kekuatan desa. Fasilitator muda ini bertugas menyusun business model canvas hingga memperkuat jejaring octa helix, sehingga desa memiliki arah usaha yang jelas dan berkelanjutan.

Menghapus Tradisi Usaha Tanpa Arah
Ketua Umum Forum BUMDes Indonesia, Yani Setyadiningrat, mengungkapkan realita pahit bahwa banyak desa gagal bukan karena kekurangan modal, melainkan hilangnya arah usaha. Kepercayaan masyarakat sering kali pudar karena pengelolaan yang tidak transparan dan asal-asalan. Fokus utama ke depan adalah membangun kembali integritas BUMDes mulai dari unit usaha kecil yang produktif.

Program percontohan (pilot project) melalui Collaborative Leadership Program (CLP) akan segera dilaksanakan sebelum diadopsi secara nasional. Masuknya literasi digital dan semangat inovasi dari kaum muda diharapkan mampu mendongkrak legalitas serta ekosistem bisnis hulu ke hilir, sekaligus memastikan BUMDes bertransformasi menjadi entitas bisnis kompetitif yang menyejahterakan warga.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dialog Sawit: Cara Sumbar Hindari Gesekan Pajak Air Permukaan

11 April 2026 - 12:27 WIB

Pajak Air Sawit: Antara Keuntungan Perusahaan dan Hak Desa

11 April 2026 - 12:08 WIB

UMKM Sundawenang Naik Kelas: Strategi Digital di Balai Desa

11 April 2026 - 02:09 WIB

Jangan Tunggu Viral: Merek Adalah Perisai UMKM Desa

7 April 2026 - 20:16 WIB

Menenun Identitas Ranah Minang Melalui Proteksi Kekayaan Intelektual

6 April 2026 - 16:41 WIB

Pemuda Kepulungan Pilih Bebek: Solusi Cuan Luar Pabrik

6 April 2026 - 08:17 WIB

Trending di EKBIS