Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

IPTEK · 2 Mei 2026 06:18 WIB ·

Hilirisasi Daun Iboih Ubah Wajah Ekonomi Aneuk Batee


					Pohon Daun iboih (Corypha utan) Perbesar

Pohon Daun iboih (Corypha utan)

Aceh Besar, Namgroe Aceh Darussalam [DESA MERDEKA] Potensi tersembunyi dari tanaman liar kini menjadi primadona ekonomi di Desa Aneuk Batee, Kecamatan Suka Makmur. Daun iboih (Corypha utan) yang tumbuh melimpah dan selama ini kurang dilirik, mulai disulap warga menjadi aneka kerajinan tangan bernilai jual tinggi melalui kolaborasi kreatif bersama Universitas Abulyatama (Unaya).

Pemanfaatan serat daun iboih ini merupakan bagian dari program hilirisasi kearifan lokal yang digawangi oleh Fakultas Pertanian Unaya bersama Kelompok Tani Ingin Maju. Sejak akhir April hingga November 2026 mendatang, para petani desa mendapatkan pendampingan intensif untuk mengubah paradigma dari sekadar pengumpul daun menjadi pengrajin “rengkang” yang profesional.

Serat Kuat dalam Balutan Manajemen Modern
Daun iboih dipilih bukan tanpa alasan. Secara teknis, daun ini memiliki karakteristik serat yang sangat kuat namun tetap lentur saat diolah. Potensi fisik ini dipadukan dengan penguatan manajemen usaha agar produk yang dihasilkan tidak berhenti sebagai pajangan, melainkan menjadi komoditas berkelanjutan.

“Kami fokus pada produksi dan manajemen usaha. Tujuannya agar dampak ekonomi bagi warga Aneuk Batee terasa nyata,” jelas Dr. Rahmah Hayati, S.TP., M.Agr., Dekan Fakultas Pertanian Unaya yang mendampingi program ini, Jumat (1/5/2026).

Tim pelaksana yang terdiri dari Ir. Mulyadi dan Dr. Muhammad Nasir Ismail, bersama lima mahasiswa Unaya, mendampingi warga mulai dari menjaga kendali mutu hingga menyentuh aspek pemasaran digital. Pendekatan ini memastikan produk desa mampu bersaing di pasar modern.

Program hilirisasi kearifan lokal ini melibatkan Kelompok Tani Ingin Maju dan tim dosen dan Mahasiswa dari Fakultas Pertanian Unaya/foto: Tim PKM UNAYA

Merek “Anyamanku” Targetkan Pasar Ramah Lingkungan
Hasil kerja keras warga kini mulai dipasarkan dengan merek “Anyamanku”. Ragam produknya pun bervariasi, mulai dari tudung saji, wadah serbaguna, suvenir, hingga tatakan. Menariknya, produk anyaman ini diposisikan sebagai kemasan alami yang ramah lingkungan, menjawab tren pasar global yang mulai meninggalkan plastik.

Ketua Kelompok Tani Ingin Maju, Yusri Yacub, mengaku inovasi ini memberikan napas baru bagi dompet warga. Di sela-sela menggarap pertanian utama, warga kini memiliki sumber pendapatan tambahan yang stabil dari hasil mengolah daun iboih.

Melalui sinergi akademisi dan masyarakat, rengkang diharapkan menjadi simbol kemandirian ekonomi baru bagi Aceh Besar. Aneuk Batee kini membuktikan bahwa kemandirian desa bisa lahir dari semak belukar, asalkan ada sentuhan inovasi dan manajemen yang tepat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Modal Dengkul Hasil Sawah: Rahasia Sukses Kandang Komunal Kadirejo

13 April 2026 - 17:47 WIB

Sitinjau Lauik Merdeka Sinyal: Mudik 2026 Makin Aman

20 Maret 2026 - 21:32 WIB

Algoritma Baru Google: Angin Segar Buat Berita Desa

19 Maret 2026 - 11:26 WIB

Ubah Limbah Jeruk Busuk Jadi Minyak Atsiri Bernilai

16 Maret 2026 - 10:14 WIB

Bakteri Indigeneus: Kunci Cuan Akuaponik di Lahan Sempit

13 Maret 2026 - 19:03 WIB

Ketua DPRD Sumbar: Sawah Bisa Panen Tiga Kali dengan Ilmu

4 Maret 2026 - 10:28 WIB

Trending di IPTEK