Aceh Besar, Namgroe Aceh Darussalam [DESA MERDEKA] – Potensi tersembunyi dari tanaman liar kini menjadi primadona ekonomi di Desa Aneuk Batee, Kecamatan Suka Makmur. Daun iboih (Corypha utan) yang tumbuh melimpah dan selama ini kurang dilirik, mulai disulap warga menjadi aneka kerajinan tangan bernilai jual tinggi melalui kolaborasi kreatif bersama Universitas Abulyatama (Unaya).
Pemanfaatan serat daun iboih ini merupakan bagian dari program hilirisasi kearifan lokal yang digawangi oleh Fakultas Pertanian Unaya bersama Kelompok Tani Ingin Maju. Sejak akhir April hingga November 2026 mendatang, para petani desa mendapatkan pendampingan intensif untuk mengubah paradigma dari sekadar pengumpul daun menjadi pengrajin “rengkang” yang profesional.
Serat Kuat dalam Balutan Manajemen Modern
Daun iboih dipilih bukan tanpa alasan. Secara teknis, daun ini memiliki karakteristik serat yang sangat kuat namun tetap lentur saat diolah. Potensi fisik ini dipadukan dengan penguatan manajemen usaha agar produk yang dihasilkan tidak berhenti sebagai pajangan, melainkan menjadi komoditas berkelanjutan.
“Kami fokus pada produksi dan manajemen usaha. Tujuannya agar dampak ekonomi bagi warga Aneuk Batee terasa nyata,” jelas Dr. Rahmah Hayati, S.TP., M.Agr., Dekan Fakultas Pertanian Unaya yang mendampingi program ini, Jumat (1/5/2026).
Tim pelaksana yang terdiri dari Ir. Mulyadi dan Dr. Muhammad Nasir Ismail, bersama lima mahasiswa Unaya, mendampingi warga mulai dari menjaga kendali mutu hingga menyentuh aspek pemasaran digital. Pendekatan ini memastikan produk desa mampu bersaing di pasar modern.

Merek “Anyamanku” Targetkan Pasar Ramah Lingkungan
Hasil kerja keras warga kini mulai dipasarkan dengan merek “Anyamanku”. Ragam produknya pun bervariasi, mulai dari tudung saji, wadah serbaguna, suvenir, hingga tatakan. Menariknya, produk anyaman ini diposisikan sebagai kemasan alami yang ramah lingkungan, menjawab tren pasar global yang mulai meninggalkan plastik.
Ketua Kelompok Tani Ingin Maju, Yusri Yacub, mengaku inovasi ini memberikan napas baru bagi dompet warga. Di sela-sela menggarap pertanian utama, warga kini memiliki sumber pendapatan tambahan yang stabil dari hasil mengolah daun iboih.
Melalui sinergi akademisi dan masyarakat, rengkang diharapkan menjadi simbol kemandirian ekonomi baru bagi Aceh Besar. Aneuk Batee kini membuktikan bahwa kemandirian desa bisa lahir dari semak belukar, asalkan ada sentuhan inovasi dan manajemen yang tepat.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.