Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 26 Apr 2026 14:43 WIB ·

Satu Kursi BPD Bantarjaya: Perempuan Mulai Ambil Kendali


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Dominasi laki-laki di kursi kebijakan Desa Bantarjaya mulai mendapat tantangan serius. Anita Rahmawati, Ketua Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (SAPA), resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode 2026–2034. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa urusan dapur desa tak lagi bisa ditinggalkan dari tangan perempuan.

Hingga Sabtu (25/4), panitia mencatat 14 pelamar telah masuk meja pendaftaran. Menariknya, Dusun 1 memimpin peta persaingan dengan komposisi seimbang: 3 laki-laki dan 3 perempuan. Namun, potret kontras terlihat di Dusun 3 yang masih nihil keterwakilan perempuan, sebuah realitas yang menuntut evaluasi atas pemerataan partisipasi politik di tingkat akar rumput.

Visi Transparan: Akhiri Era BPD “Stempel”
Anita Rahmawati tidak datang dengan tangan kosong. Berbekal pengalaman sebagai kader Posyandu Anggrek 1, ia mengusung misi harmonisasi dan pengawasan transparan. Fokusnya jelas: memastikan aspirasi warga Kampung Pintu benar-benar sampai ke meja balai desa, tanpa ada yang ditutup-tupi.

Kehadiran sosok yang aktif dalam perlindungan anak ini diprediksi akan mengubah arah kebijakan Desa Bantarjaya delapan tahun ke depan. BPD ke depan dituntut lebih tajam dalam mengawasi kinerja pemerintah desa, sekaligus menjadi jembatan kolaborasi yang mampu menampung keluhan warga secara langsung.

Antusiasme Tinggi, Transparansi Panitia Diuji
Ketua Panitia, Yogas, mengonfirmasi tingginya minat masyarakat dalam kontestasi kali ini. Dari total 14 calon, mayoritas masih berasal dari Dusun 1 dan Dusun 2. “Ini menunjukkan antusiasme masyarakat cukup baik,” ujarnya. Kini, bola panas berada di tangan panitia untuk menjamin seluruh tahapan berjalan terbuka dan sesuai aturan.

Masyarakat Bantarjaya kini memiliki tugas berat: mengawal proses seleksi agar jujur dan adil. Anggota BPD yang terpilih nantinya akan memegang mandat besar selama delapan tahun. Tanpa pengawalan ketat, mandat pengawasan dan penyerapan aspirasi warga berisiko luntur di tengah jalan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 123 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Krisis Air Kertagena Laok: Antara Hak Publik dan Dana Aspirasi

28 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Watugede Culture Festival 2026 Bukukan Transaksi Rp140 Juta

25 Agustus 2026 - 09:10 WIB

pembukaan watugede culture festival

Kursi Panas BPD Sosoh Buay Rayap Berakhir Damai

21 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Suara Kaum Marginal di Balik Gelar Desa Antikorupsi Nasional Banyubiru

21 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Puncak Gunung Es BSPS Malaka: Rakyat Miskin Dipaksa Nombok

21 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Diduga Beda Nama, Ijazah Balon Kades Karangsegar Dipersoalkan

19 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Trending di KABAR DESA