Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 24 Apr 2026 23:56 WIB ·

Kadis PMD Malaka Ngamuk Saat Ditanya Nasib BUMDes


					Momen emosional PLT Kadis PMD Remigius Bria Seran dan seorang staf Perempuan dan anak di ruang kerja kadis, (Foto Istimewa) Perbesar

Momen emosional PLT Kadis PMD Remigius Bria Seran dan seorang staf Perempuan dan anak di ruang kerja kadis, (Foto Istimewa)

Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] –Ruang kerja Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Malaka, Remigius Bria Seran, mendadak mencekam pada Jumat (24/4/2026). Bukannya memberikan jawaban solutif atas masalah kematian ternak ayam yang mengancam keberlanjutan BUMDes, sang pejabat justru menunjukkan aksi emosional dengan membanting telepon genggamnya di hadapan wartawan dan seorang staf perempuan yang sedang membawa anak balitanya.

Insiden ini meledak saat wartawan desamerdeka.id mencoba meminta klarifikasi terkait kegagalan usaha peternakan di sejumlah desa. Alih-alih mendapatkan penjelasan teknis mengenai pengawasan dan solusi atas kerugian aset desa, wartawan justru disambut dengan ledakan amarah yang membuat kaget para pegawai dan petugas keamanan kantor yang masih bertugas.

Birokrasi Emosional, Ekonomi Desa Terbengkalai
Masalah yang memicu ketegangan ini sebenarnya sangat serius: kematian massal ternak ayam petelur dan pedaging di beberapa unit usaha BUMDes. Kerugian ini memunculkan keraguan besar terhadap kualitas perencanaan dan pendampingan yang dilakukan Dinas PMD selama ini. Namun, respons emosional pejabat publik tersebut justru menutup pintu bagi transparansi yang dibutuhkan warga desa.

“Kenapa Bapak marah-marah sampai membanting handphone? Maksudnya bagaimana?” tanya wartawan saat mencoba menenangkan situasi yang kian tak terkendali di dalam ruangan kerja tersebut. Sikap ini dianggap sangat tidak profesional, mengingat posisi Kadis PMD seharusnya menjadi pengayom dan pemberi solusi bagi carut-marutnya usaha ekonomi di tingkat akar rumput.

Tuntutan Evaluasi di Tengah Krisis Ternak
Kehadiran staf perempuan dari Puskesmas Betun Kota—yang diperbantukan di Dinas PMD atas permintaan pribadi sang Plt Kadis—beserta anaknya yang masih berusia PAUD di lokasi kejadian kian memperburuk citra pelayanan publik. Ruang kerja pimpinan yang seharusnya menjadi tempat diskusi strategis pembangunan desa, berubah menjadi arena tindakan intimidatif yang tidak pantas disaksikan anak kecil.

Peristiwa ini kini menjadi bola panas bagi Bupati Malaka. Publik menuntut evaluasi total terhadap kepemimpinan di Dinas PMD. Kegagalan mengelola emosi dalam menghadapi media adalah sinyal buruk bagi keterbukaan informasi. Bupati diharapkan segera menelusuri akar masalah kematian ternak di desa agar modal usaha rakyat tidak habis sia-sia akibat manajemen birokrasi yang antikritik.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 158 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jalan Mulus Limau Manis: Syukuran Warga atau Lonceng Kematian Desa?

1 November 2026 - 00:04 WIB

Solusi Roda Tiga Pangkas Tani dan Karhutla Kapuas

29 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Jalur Tikus Transaksi Gelap Mengurung Ratusan Desa Sumbar

24 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Rentetan Krisis Hantam Sumbar, Perda Ketahanan Keluarga Diuji

19 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Menantang Bukit Limau Manis, Jalan Fisika Padang Akhirnya Diaspal

19 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Jawab Warning KPK, Sumbar Rombak Aliran Anggaran Pascabencana

15 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Trending di KABAR PEMDA