Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Sebuah pengakuan atas kepemimpinan yang berjiwa rakyat kembali diraih Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. Beliau dianugerahi penghargaan bergengsi “Leadership Award” 2026 dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Sumatera Barat. Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Pemprov Sumbar dalam menjaga setiap rupiah uang rakyat—termasuk yang mengalir ke desa-desa—dikelola dengan penuh integritas.
Penyerahan penghargaan yang berlangsung di Kantor Perwakilan BPKP Sumbar, Rabu (15/4/2026), menegaskan bahwa kepemimpinan Mahyeldi dianggap inspiratif dan berdampak luas. Diwakili oleh Kepala DPKAD Sumbar, Rosail Akhyari, Pemprov menekankan bahwa akuntansi bukan sekadar angka, melainkan alat untuk memastikan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat desa berjalan tepat sasaran.
Menjaga Nafas Pembangunan Lewat Akuntabilitas
IAI Sumbar menilai Mahyeldi berhasil memperkuat peran profesi akuntan dalam menjaga kesehatan ekonomi daerah. Sinergi ini krusial, mengingat tantangan pengelolaan APBD saat ini semakin ketat. Implementasi mandatory spending, seperti alokasi belanja infrastruktur publik minimal 40 persen, menjadi harapan baru bagi warga di pelosok desa agar segera menikmati jalan dan fasilitas yang layak.
“IAI diharapkan terus aktif memberikan masukan strategis terkait akuntansi pemerintahan. Ini demi memastikan belanja pegawai tetap terkendali dan anggaran untuk rakyat benar-benar maksimal,” ungkap Pemprov melalui perwakilannya. Langkah ini menjadi benteng agar tata kelola keuangan tidak hanya rapi di atas kertas, tetapi terasa manfaatnya hingga ke akar rumput.
Sinergi Lintas Sektor Demi Kesejahteraan
Kehadiran tokoh-tokoh penting dari BPK, BPKP, OJK, hingga Bank Nagari dalam acara tersebut memperlihatkan adanya dukungan penuh bagi Sumatera Barat untuk menjadi daerah percontohan transparansi. Dengan pengawasan yang ketat dari para ahli akuntansi, potensi penyimpangan dana di tingkat daerah maupun desa dapat ditekan seminimal mungkin.
Penghargaan ini bukan sekadar pajangan di lemari kantor gubernur, melainkan sebuah pengingat bahwa kepemimpinan yang hebat bermula dari kejujuran dalam mengelola amanah keuangan. Bagi masyarakat Sumbar, ini adalah sinyal positif bahwa pembangunan infrastruktur desa dan pemberdayaan ekonomi mereka berada di tangan yang tepat.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.