Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

IPTEK · 24 Agu 2023 06:48 WIB ·

Digitalisasi Desa: Bukan Sekadar Gaya, Tapi Syarat Mandiri!


					Digitalisasi Desa: Bukan Sekadar Gaya, Tapi Syarat Mandiri! Perbesar

Sidoarjo, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Desa tidak lagi boleh dipandang sebagai wilayah yang tertinggal. Di era informasi yang bergerak secepat kilat, digitalisasi kini menjadi harga mati bagi pemerintah desa untuk bertahan dan memberikan pelayanan prima. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, dalam peluncuran Desa Digital dan Akses Jaringan Blankspot di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Pria yang akrab disapa Gus Halim ini menekankan bahwa adaptasi digital bukan sekadar tentang aplikasi, melainkan tentang kedaulatan data. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah integrasi banyaknya aplikasi yang ada. Namun, solusi fundamentalnya tetap satu: pembangunan harus berbasis pada data mikro di level desa.

Data Mikro: Kunci Pembangunan Tepat Sasaran
Sudut pandang Gus Halim cukup lugas; desa yang memiliki data mikro akan jauh lebih mudah memetakan masalah riil masyarakatnya. Dengan data yang detail dan spesifik, perencanaan pembangunan tidak lagi berdasarkan “kira-kira”, melainkan sesuai dengan problematika nyata di lapangan.

“Regulasi pemanfaatan Dana Desa sudah kami ubah agar lebih fleksibel berbasis data mikro. Jika basis datanya kuat, pembangunan akan sangat presisi,” tegas mantan Ketua DPRD Jawa Timur tersebut.

Kesiapan data ini menjadi krusial mengingat pada tahun 2024, anggaran Dana Desa diproyeksikan meningkat hingga Rp2 miliar per desa. Kenaikan anggaran yang signifikan ini menuntut strategi digital yang matang agar realisasinya tepat sasaran dan memberikan dampak pembangunan yang signifikan.

Lonjakan Desa Mandiri di Sidoarjo
Sidoarjo menjadi contoh nyata kesuksesan pembangunan desa yang terukur melalui Indeks Desa Membangun (IDM). Gus Halim memuji kenaikan drastis jumlah desa mandiri di Sidoarjo, yang melonjak dari 70 desa pada tahun 2022 menjadi 160 desa pada tahun 2023. Penambahan 90 desa mandiri dalam satu tahun adalah bukti bahwa tata kelola yang baik membuahkan hasil.

Digitalisasi di Sidoarjo dianggap tidak bisa ditunda lagi karena posisinya yang berdampingan dengan Surabaya sebagai kota metropolitan. Dengan sistem informasi desa yang spesifik—mulai dari data kemiskinan, kualitas pendidikan, hingga lingkungan—Bupati Sidoarjo akan lebih mudah memantau perkembangan masyarakat secara real-time melalui peta digital.

Langkah ini diharapkan mampu menghapus blankspot dan memastikan setiap desa memiliki akses informasi yang setara, sehingga kedaulatan pangan dan ekonomi bisa tercapai dari level paling bawah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 96 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Proyek Internet Desa: Ladang Cuan Vendor, Perangkat Cepat Modar

9 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Tinggalkan Semaian Alami Petani Solok Uji Tanam Instan

29 Juli 2026 - 15:13 WIB

Padi Semi Organik Kemetul: Panen Melimpah, Petani Sumringah

28 Juli 2026 - 13:55 WIB

Sawah Krandegan Panen 3 Kali Lewat Pompa Surya

22 Mei 2026 - 14:16 WIB

Membongkar Birokrasi Lambat, Desa Sukaindah Bekasi Bersiap Digital

18 Mei 2026 - 22:21 WIB

Hilirisasi Daun Iboih Ubah Wajah Ekonomi Aneuk Batee

2 Mei 2026 - 06:18 WIB

Trending di IPTEK