Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMDA · 16 Apr 2026 08:08 WIB ·

Sinergi Danantara-Sumbar: Hilirisasi Gambir dan Kelapa Jadi Prioritas


					Sinergi Danantara-Sumbar: Hilirisasi Gambir dan Kelapa Jadi Prioritas Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat (Sumbar) kini dipacu melalui strategi investasi padat karya yang menyasar sektor-sektor produktif di akar rumput. Dalam rapat koordinasi di Jakarta (15/4/2026), Gubernur Mahyeldi Ansharullah bersama jajaran kepala daerah bersinergi dengan COO Danantara, Dony Oskaria, untuk mempercepat hilirisasi komoditas unggulan desa seperti kelapa dan gambir.

Dony Oskaria menegaskan bahwa investasi tidak boleh hanya hadir di atas kertas, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat daerah. “Investasi harus bersifat padat karya agar membuka lapangan kerja dan meningkatkan daya beli lokal, bukan sekadar padat modal,” ujarnya. Langkah konkrit ini diambil agar manfaat ekonomi tetap berputar di Sumbar, termasuk keterlibatan tenaga kerja lokal dan pencatatan badan usaha di daerah.

Memacu Infrastruktur, Membuka Akses Nagari
Kunci masuknya investor ke sektor produktif terletak pada kesiapan infrastruktur strategis. Pemerintah Provinsi Sumbar kini tengah fokus menuntaskan proyek Jalan Tol Sicincin–Pangkalan dan Fly Over Sitinjau Lauik yang menjadi urat nadi distribusi hasil bumi. Selain itu, percepatan pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang di Pasaman Barat memerlukan dukungan Danantara guna mengatasi keterbatasan anggaran daerah.

Gubernur Mahyeldi menjelaskan bahwa pemetaan potensi telah dilakukan secara matang. “Apabila seluruh rencana strategis, termasuk reaktivasi jalur kereta api dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mentawai serta Mandeh dapat dituntaskan, investasi akan meningkat tajam,” jelasnya. Proyek-proyek ini diyakini akan menjadi katalis bagi ekonomi perdesaan yang selama ini terkendala akses pasar.

Visi Sumbar Hijau dan Ketahanan Daerah
Selain infrastruktur fisik, rapat tersebut juga membahas penyusunan peta jalan “Sumbar Hijau” dan pengembangan kawasan kuliner tematik. Fokus pada energi panas bumi dan penanganan infrastruktur pascabencana di Lembah Anai menunjukkan komitmen pembangunan yang berkelanjutan.

Sinergi antara Danantara, BUMN, dan pemerintah daerah diharapkan mampu menciptakan ekosistem investasi yang kondusif. Dengan kepastian hukum dan hilirisasi yang berjalan, produk-produk hasil keringat petani desa di Sumatera Barat tidak lagi keluar dalam bentuk bahan mentah, melainkan produk olahan bernilai tinggi yang memakmurkan daerah asal.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pangkalpinang Genjot Serapan APBD Tanpa Bebani Dompet Rakyat

16 April 2026 - 05:08 WIB

Stabilitas Politik: Fondasi Utama Percepatan Pembangunan Desa

15 April 2026 - 20:30 WIB

Mahyeldi Serap Ilmu Tokoh Dunia Demi Pimpin Sumbar

15 April 2026 - 19:17 WIB

Duplikasi Model Pariaman: Petani Desa Sumbar Tembus Pasar Jakarta

15 April 2026 - 18:07 WIB

Paradoks Pesisir Selatan: Kaya Alam Namun Masih Daerah Miskin

13 April 2026 - 11:03 WIB

Sikat Truk CPO Non-BA: Strategi Sumbar Tambal APBD

12 April 2026 - 13:31 WIB

Trending di PEMDA