Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan [DESAMERDEKA] — Pasca-Lebaran 2026, arus balik mulai terlihat di Pelabuhan Bonerate, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Sebanyak 220 penumpang tercatat naik ke atas KM Maloli dengan tujuan Selayar dan Makassar, menandai kembali bergeraknya mobilitas warga kepulauan usai merayakan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman.
Sejak pagi, suasana pelabuhan tampak lebih hidup. Sejumlah calon penumpang datang membawa tas, kardus, dan berbagai barang bawaan. Di antara aktivitas itu, keluarga dan kerabat terlihat setia mengantar hingga ke tepi dermaga, melepas keberangkatan orang-orang terdekat yang kembali ke perantauan untuk melanjutkan pekerjaan, pendidikan, dan aktivitas lainnya.

Berbeda dengan suasana mudik yang identik dengan kegembiraan pulang, arus balik kali ini menghadirkan nuansa yang lebih tenang namun penuh makna. Ada tatapan yang berat, lambaian tangan yang panjang, serta pelukan singkat yang menyimpan harapan agar perjalanan berlangsung selamat hingga tiba di tujuan.
Salah satu penumpang, Irwan, mengaku setiap arus balik setelah Lebaran selalu menghadirkan perasaan yang berbeda. Meski berat meninggalkan kampung halaman, ia mengatakan perjalanan kembali harus tetap dijalani sebagai bagian dari tanggung jawab hidup di perantauan.
“Setiap habis Lebaran, rasanya memang berat kalau harus berangkat lagi. Tapi mau bagaimana, pekerjaan dan tanggung jawab juga menunggu. Yang penting, bisa pulang bertemu keluarga, itu sudah menjadi kekuatan untuk kembali menjalani aktivitas,” ujar Irwan di Pelabuhan Bonerate.
Di tengah suasana itu, KM Maloli kembali menjalankan perannya sebagai sarana transportasi laut yang penting bagi masyarakat kepulauan. Kapal ini tidak hanya menghubungkan Bonerate dengan Selayar dan Makassar, tetapi juga menjadi bagian dari denyut kehidupan warga yang bergantung pada akses transportasi laut untuk menjangkau daerah tujuan.
Aktivitas keberangkatan di Pelabuhan Bonerate berlangsung tertib di bawah pengawasan petugas gabungan. Unsur pemerintah setempat, aparat keamanan, petugas pelabuhan, tenaga medis, dan relawan PMI tampak bersiaga untuk memastikan proses keberangkatan berjalan aman, lancar, dan terkendali.

Pengaturan penumpang dan barang bawaan dilakukan secara terukur untuk mencegah penumpukan di area pelabuhan. Sementara itu, kru kapal juga memastikan seluruh prosedur keselamatan pelayaran dijalankan sebelum kapal bertolak menuju Selayar dan Makassar.

Arus balik Lebaran 2026 dari Bonerate menjadi penanda bahwa masa libur telah usai dan kehidupan kembali berjalan seperti biasa. Namun di balik keberangkatan itu, tersimpan satu hal yang selalu sama: kampung halaman tetap menjadi tempat pulang, sementara perantauan adalah ruang perjuangan yang harus kembali ditempuh.
Di Pelabuhan Bonerate, setiap musim Lebaran selalu menghadirkan cerita yang serupa—pertemuan yang hangat, perpisahan yang berat, dan laut yang setia menjadi saksi perjalanan hidup masyarakat kepulauan.

kontributor Desamerdeka.id wilayah Sulawesi Selatan. Aktif meliput isu-isu sosial, pemerintahan desa, dan dinamika pembangunan masyarakat pesisir.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.