Padang Panjang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan momentum krusial untuk “mentransfer” nilai-nilai spiritual kepada generasi penerus. Pesan kuat inilah yang ditekankan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat menghadiri Subuh Mubarakah di Masjid Taqwa Ngalau, Nagari Gunung, Rabu (18/3/2026).
Menurut Mahyeldi, iman adalah anugerah paling berharga yang harus diwariskan kepada anak-anak sebagai bekal masa depan bangsa. Di tengah gempuran perubahan zaman, penguatan karakter melalui ibadah Ramadan menjadi benteng pertahanan bagi anak muda agar tetap memiliki empati sosial dan ketakwaan yang kokoh.
Ramadan Sebagai Sekolah Karakter
Dalam tausiyah bertajuk “Meraih Keberkahan Ramadan”, Gubernur menjelaskan bahwa puasa adalah latihan disiplin tingkat tinggi. Menahan hawa nafsu secara sadar melatih manusia untuk menjadi pribadi yang lebih peka terhadap sesama. Keberkahan yang diraih pun bersifat ganda: penyucian diri secara spiritual sekaligus penguatan ikatan sosial di tengah masyarakat.
“Mari kita jaga iman ini dengan sebaik-baiknya. Anak-anak kita adalah harapan, dan Ramadan adalah waktu terbaik untuk mencontohkan ibadah, membaca Al-Qur’an, serta berinfak kepada mereka,” ujar Mahyeldi di hadapan jamaah yang hadir secara khusyuk.
Dukungan Nyata untuk Ekosistem Religi
Sebagai bentuk komitmen memperkuat fasilitas ibadah masyarakat, Gubernur Mahyeldi menyerahkan bantuan dana hibah sebesar Rp25 juta untuk operasional Masjid Taqwa Ngalau. Tak hanya itu, sebanyak 20 mushaf Al-Qur’an sumbangan ASN Pemprov Sumbar juga diserahkan untuk mendukung syiar Islam di wilayah Padang Panjang Timur.
Langkah ini menegaskan bahwa pembangunan di Sumatera Barat tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan mental-spiritual warganya. Melalui kegiatan Safari Ramadan ini, pemerintah daerah berupaya hadir langsung menyerap aspirasi sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat di akar rumput.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.