Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Kebahagiaan sejati sering kali dicari di tempat yang salah, padahal kuncinya ada pada kedekatan spiritual. Dalam kunjungan Safari Ramadan di Musala Abdan Syakura, Lubuk Minturun, Sabtu (14/3/2026), Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, membedah konsep “bersahabat” dengan Al-Qur’an sebagai strategi mencapai ketenangan hidup dunia dan akhirat.
Menurutnya, memuliakan Al-Qur’an bukan sekadar menyimpannya di rak buku, melainkan menjadikannya teman harian melalui bacaan rutin dan pendalaman makna. Setidaknya ada empat keuntungan bagi mereka yang konsisten berinteraksi dengan kitab suci: petunjuk hidup yang jelas, ketenangan batin, pengangkatan derajat oleh Allah SWT, hingga jaminan syafaat di hari kiamat kelak.

Syukur Bukan Sekadar Ucapan Lisan
Muhidi menyoroti makna mendalam di balik nama “Abdan Syakura” yang berarti hamba yang bersyukur. Ia menekankan bahwa syukur yang autentik harus mewujud dalam tindakan nyata, terutama melalui peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah.
“Hamba yang bersyukur tidak akan merasa cukup hanya dengan salat wajib. Mereka akan mengejar salat-salat sunah seperti Rawatib, Tahajud, hingga Dhuha sebagai bentuk pembuktian cinta kepada Sang Pencipta,” tegasnya di hadapan jemaah. Baginya, semakin besar rasa syukur seseorang, maka akan semakin tinggi pula frekuensi komunikasinya dengan Tuhan melalui ibadah tambahan.

Investasi Spiritual untuk Generasi Muda
Momentum ini juga menjadi ajang pembuktian kualitas generasi muda Lubuk Minturun. Muhidi melakukan uji petik langsung dengan metode sambung ayat kepada para penghafal Al-Qur’an cilik. Langkah ini dilakukan bukan untuk menghakimi, melainkan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi agar anak muda bangga menjadi penjaga wahyu Ilahi.
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap ekosistem ibadah di masyarakat, Muhidi menyerahkan bantuan Safari Ramadan senilai Rp20 juta ditambah sumbangan pribadi sebesar Rp1 juta. Dukungan finansial ini diharapkan dapat mempercantik fasilitas Musala Abdan Syakura agar jemaah semakin nyaman dalam menjalin “persahabatan” dengan Al-Qur’an selama bulan suci dan seterusnya.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.