Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, mengubah suasana formal Safari Ramadan menjadi panggung apresiasi bagi generasi muda di Masjid Jabal Rahmah, Tanah Sirah, Jumat (13/3/2026). Tidak hanya menyerahkan bantuan fisik, Muhidi secara khusus menyoroti pentingnya mencetak “generasi emas” penghafal Al-Qur’an sebagai fondasi ketenangan batin dan kemajuan sosial di tengah gempuran zaman.
Dalam kesempatan tersebut, Muhidi secara langsung memberikan penghargaan (reward) kepada remaja setempat yang berhasil menghafal beberapa juz Al-Qur’an. Baginya, menjadikan kitab suci sebagai “sahabat” bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan strategi bertahan hidup agar pikiran tetap jernih dan hati tenang dalam menghadapi persoalan dunia.
Al-Qur’an: Sahabat Karib di Tengah Persoalan Hidup
Muhidi menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah bentuk zikir yang paling utama. Ia mengajak jamaah untuk bergeser dari sekadar membaca menuju tahap memahami dan mengamalkan pedoman hidup tersebut. Menurutnya, keselamatan dunia dan akhirat bermula dari seberapa dekat seseorang dengan literasi keagamaan yang benar.
“Jika kita ingin hidup bahagia, tenang, dan selamat, jadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk utama. Ini adalah sahabat sejati yang memberikan keselamatan di akhirat,” tegas Muhidi dalam tausiyahnya.

Memaksimalkan Pahala ‘Semalam Suntuk’
Muhidi juga membedah “bonus” ibadah di bulan suci melalui konsistensi salat berjamaah. Mengutip pesan Rasulullah, ia mengingatkan bahwa salat Isya berjamaah setara dengan pahala ibadah setengah malam. Namun, jika disambung dengan Subuh berjamaah di masjid, nilainya meningkat drastis menjadi ibadah semalam suntuk.
Pesan ini bukan sekadar ajakan ritual, melainkan upaya memperkuat silaturahmi antarwarga. Muhidi meyakini bahwa masjid yang hidup akan membuka pintu rezeki dan memperpanjang umur masyarakat lewat hubungan sosial yang sehat.
Sinergi Dana Hibah dan Santunan Yatim
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap fasilitas ibadah, Safari Ramadan ini turut meresmikan penyerahan dana bantuan pembangunan sebesar Rp50 juta dari Pemprov Sumbar untuk Masjid Jabal Rahmah, ditambah bantuan pribadi senilai Rp1 juta.
Menutup kegiatan dengan aksi sosial, pengurus masjid bersama Muhidi turut menyalurkan santunan bagi 33 anak yatim di lingkungan sekitar. Sinergi antara pembangunan fisik masjid, kesejahteraan anak yatim, dan apresiasi penghafal Al-Qur’an ini menjadi potret utuh dari visi Muhidi dalam membangun Sumatera Barat dari akar rumput.
















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.