Mandailing Natal, Sumatera Utara [DESA MERDEKA] – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang memperketat pengeluaran daerah, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengambil posisi ekstrem: dana santunan anak yatim tidak boleh disentuh. Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, menegaskan komitmen tersebut saat menyalurkan santunan secara maraton di Desa Pasar Laru, Rabu (11/3/2026).
Pemkab Madina menggelontorkan dana sebesar Rp1,2 miliar tahun ini untuk menjangkau 4.580 anak yatim dan piatu di seluruh pelosok desa dan kelurahan. “Tidak ada kami kurangi nominalnya, walaupun banyak yang harus kami korbankan di tengah efisiensi anggaran,” ujar Atika dengan nada tegas di hadapan warga Kecamatan Tambangan.

Pesan Tegas: Baju Lebaran, Bukan “Skin Game”
Bukan sekadar prosesi seremonial, Atika memberikan edukasi finansial yang tak biasa bagi para penerima manfaat. Dengan gaya bicara yang lugas layaknya seorang kakak, ia melarang keras bantuan tersebut dihamburkan untuk hal-hal konsumtif digital yang tidak produktif.
“Tapi ada janjinya! Jangan dibelikan petasan. Jangan dibeliin skin game online atau paket internet. Pakai buat baju hari raya atau keperluan sekolah,” pesan Wabup perempuan termuda ini. Atika ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari keringat pajak rakyat Madina benar-benar menjadi penguat ekonomi bagi keluarga yang kehilangan tulang punggung.

Investasi Spiritual di Penghujung Ramadan
Selain bantuan materi, Atika mengajak ribuan anak yatim di Madina untuk melakukan “investasi spiritual” dengan memperbanyak selawat dan mendoakan kelapangan kubur orang tua mereka. Ia pun meminta doa tulus dari mereka agar jajaran pejabat di Pemkab Madina tetap amanah dalam menjalankan tugas yang semakin berat di tengah tantangan ekonomi.
Tokoh masyarakat setempat, Hendri Halomoan, mengaku terharu dengan kehadiran langsung jajaran pimpinan daerah di penghujung Ramadan ini. Penyerahan simbolis di Kecamatan Tambangan mencakup Desa Pasar Laru, Laru Baringin, Laru Dolok, dan Laru Bolak, sementara distribusi sisanya akan dikawal ketat oleh pihak kecamatan melalui kepala desa masing-masing.
| Data Santunan Anak Yatim Madina 2026 | Detail |
| Total Anggaran | Rp1,2 Miliar |
| Jumlah Penerima | 4.580 Anak |
| Cakupan Wilayah | Seluruh Desa & Kelurahan di Madina |
| Status Anggaran | Prioritas Utama (Bebas Efisiensi) |
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.