Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMDA · 11 Mar 2026 05:06 WIB ·

Sigi Siap Ekspor Cokelat dan Garap Wisata Danau Lindu


					Sigi Siap Ekspor Cokelat dan Garap Wisata Danau Lindu Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kini bersiap naik kelas dari sekadar produsen mentah menjadi pemain utama desa ekspor dan wisata unggulan. Dalam audiensi strategis bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di Jakarta, Selasa (10/3/2026), Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae memaparkan ambisi besarnya menyulap 10.000 hektar lahan kakao menjadi pusat ekspor cokelat nasional.

Langkah ini bukan sekadar wacana. Kawasan Danau Lindu yang ikonik, dikelilingi pegunungan dan flora-fauna endemik Taman Nasional Lore Lindu, akan diintegrasikan dengan sektor perikanan air tawar serta peternakan. Strategi ini bertujuan menciptakan ekosistem ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan, sejalan dengan program Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pendampingan Ekspor dan Modifikasi Desa Wisata
Mendes Yandri Susanto menyambut optimisme tersebut dengan komitmen pendampingan penuh. Ia menekankan bahwa Sigi memiliki modal kuat untuk mengembangkan “Desa Ekspor” berbasis cokelat dan kopi. Namun, Yandri mengingatkan agar pemerintah daerah tidak sekadar meniru mentah-mentah model dari daerah lain.

“Potensi Sigi sangat spesifik. Contoh desa wisata yang sukses di tempat lain harus dimodifikasi sesuai karakter lokal agar maksimal. Kami akan dampingi hingga potensi ini benar-benar menghasilkan ekonomi nyata bagi warga,” tegas Yandri.

Kunci Keberhasilan: Libatkan Warga Lokal
Mendes juga memberikan catatan kritis terkait keterlibatan masyarakat. Pembangunan Desa Wisata dan Desa Ekspor tidak boleh hanya menguntungkan pihak luar. Partisipasi warga sekitar dalam pengelolaan BUM Desa menjadi syarat mutlak agar pertumbuhan ekonomi langsung dirasakan oleh rumah tangga di pedesaan.

Selain kakao, komoditas durian dan kopi Sigi juga diproyeksikan masuk dalam skema Desa Ekspor. Dengan luas lahan yang melimpah dan kekayaan budaya yang terjaga, Kabupaten Sigi diharapkan menjadi role model pemerataan ekonomi berbasis desa di wilayah Indonesia Timur.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sawah dan Jalan Desa Sumbar Menanti Dana Rp17,9 Triliun

12 Mei 2026 - 15:34 WIB

Nasib Petani dan Pendidikan Anak Pesisir di Tangan Perda

12 Mei 2026 - 13:34 WIB

Syariah di Desa: Napas Baru Ekonomi Sumatera Barat

12 Mei 2026 - 06:07 WIB

Bertaruh Nyawa di Atas Rakit Demi Menembus Nagari

11 Mei 2026 - 21:13 WIB

Sinergi Sesko TNI Audit Pola Penanganan Bencana Sumbar

11 Mei 2026 - 11:49 WIB

Samsat Kiosk Sumbar: Bayar Pajak Mandiri Tanpa Antre Calo

10 Mei 2026 - 15:20 WIB

Trending di PEMDA