Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 3 Feb 2026 07:11 WIB ·

Bisnis Sinyal Kencang, Urusan Izin Kok “Loading” Terus?


					Bisnis Sinyal Kencang, Urusan Izin Kok “Loading” Terus? Perbesar

JOMBANG, [Desa Merdeka] – Membangun menara BTS setinggi langit di pelosok Jombang tentu butuh keahlian teknik tingkat tinggi. Namun, ada anomali menarik yang ditemukan Pemkab Jombang: dari total 314 tower yang berdiri, ternyata baru 9 tower yang mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Sisanya? Sepertinya 305 menara lainnya sedang asyik menikmati “sinyal ilegal” tanpa kelengkapan administrasi yang jelas.

​Logikanya sederhana: kalau menyebarkan sinyal bisa secepat kilat, kenapa mengurus selembar sertifikat kelayakan saja harus menunggu sampai bertahun-tahun?

​Saatnya “Gempur” Turun Tangan

​Melihat kondisi yang berlarut-larut ini, Asisten I Setdakab Jombang, Drs. Purwanto, M.KP atau yang akrab dipanggil Gempur , akhirnya turun gunung memimpin operasi penertiban. Ia tidak datang sendiri, melainkan membawa “pasukan penuh” dari Dinas Kominfo, Satpol PP, PUPR, hingga DPMPTSP untuk menyisir menara-menara nakal tersebut.

​Dalam aksinya, Gempur memberikan pernyataan menohok bahwa langkah tegas ini bukan sekadar pamer kekuatan, melainkan bentuk penegakan aturan sekaligus pembinaan bagi pemilik tower. Dirinya menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat memprioritaskan aspek keselamatan serta kepatuhan terhadap regulasi dalam pendirian bangunan menara telekomunikasi.

Asisten I Jombang Pak Gempur memimpin tim gabungan OPD dalam operasi penertiban ratusan menara telekomunikasi tak berizin.​“Hari ini kami melakukan penyegelan di 6 titik dan akan dilakukan secara bertahap,” tegas Gempur saat memimpin operasi tersebut.

​Jangan Sampai Sinyal 5G, Tapi Ketaatan Hukum Masih 1G

​Penyegelan ini bukan akhir cerita. Gempur memastikan bahwa operasi penertiban tidak akan berhenti pada hari itu saja, melainkan akan terus berlanjut hingga seluruh tower di Jombang memenuhi persyaratan administrasi yang berlaku.

​Ia juga menghimbau para pengusaha untuk tidak menganggap remeh SLF. Menurutnya, dokumen tersebut sangat penting karena menyatakan bahwa bangunan menara telah memenuhi standar kelayakan fungsi dan keamanan konstruksi. Jadi, jangan sampai tower Anda jago mengirim sinyal cinta ke pelanggan, tapi lupa mengirim berkas izin ke kantor pemerintah.

Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan bahwa penertiban ini bukan untuk menghambat investasi, melainkan untuk menciptakan tata kelola infrastruktur yang tertib dan aman. Kepastian hukum itu mahal harganya, jangan sampai bisnis miliaran rupiah harus terhenti hanya karena urusan dokumen yang dianggap “gaib”. (*)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pendekatan Humanis Warga Percepat Proyek Fly Over Sitinjau

19 September 2026 - 11:12 WIB

Menghidupkan “Mati Suri” Digital di Gerbang Batas Belu

19 September 2026 - 06:45 WIB

Petaka Kotak Kuning di Ujung Antrean Tapal Batas

11 September 2026 - 12:36 WIB

Ibu-Ibu Dasawisma Dipaksa Jinakkan Bom Waktu Sampah Sumbar

3 September 2026 - 21:09 WIB

Dilema Songket di Marketplace, Ujian Berat Kepala DPMD Sumbar

3 September 2026 - 17:15 WIB

Infrastruktur Rapuh Jadi Batu Sandungan Terbesar UMKM Sumbar Naik Kelas

31 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Trending di KABAR PEMDA