Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 1 Mar 2026 18:21 WIB ·

Siasat Warga Krueng Sikajang Jinakkan Banjir Lewat Lubang Biopori


					Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan dengan judul “Model Penanggulangan Banjir Bandang melalui Konservasi Bantaran Sungai dan Lingkungan Rumah Tangga di Desa Krueng Sikajang Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang” pada 14 Februari 2026 di Desa Krueng Sikajang. (Foto: Ist) Perbesar

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan dengan judul “Model Penanggulangan Banjir Bandang melalui Konservasi Bantaran Sungai dan Lingkungan Rumah Tangga di Desa Krueng Sikajang Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang” pada 14 Februari 2026 di Desa Krueng Sikajang. (Foto: Ist)

Aceh Tamiang, Nangroe Aceh Darussalam[DESA MERDEKA] Warga Desa Krueng Sikajang kini punya cara baru melawan ancaman banjir bandang. Melalui kolaborasi dengan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), desa di Kecamatan Manyak Payed ini mulai menerapkan model konservasi rumah tangga menggunakan teknologi lubang biopori dan penguatan bantaran sungai, Sabtu (14/2/2026).

Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya potensi bencana di wilayah tersebut. Tak hanya sekadar teori, masyarakat terjun langsung melakukan simulasi tanggap darurat serta menanam tanaman konservasi guna memperkuat struktur tanah di sepanjang aliran Sungai Krueng Sikajang agar tidak mudah tergerus erosi saat debit air meningkat.

Foto: Ist

Biopori: Solusi Sederhana di Halaman Rumah
Salah satu poin menarik dalam kegiatan ini adalah demo pembuatan lubang biopori di area pemukiman. Teknologi tepat guna ini diperkenalkan sebagai solusi ganda: meningkatkan daya resap air untuk mengurangi genangan sekaligus mengolah sampah organik menjadi kompos alami.

“Kami ingin masyarakat punya keterampilan dasar. Mulai dari hal sederhana seperti biopori di halaman rumah hingga menjaga bantaran sungai tetap kokoh dengan tanaman konservasi,” ujar Ketua Tim PKM di Kantor Datok Penghulu setempat.

Program PKM ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang tangguh bencana serta peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Membangun Desa Tangguh Bencana
Datok Penghulu Desa Krueng Sikajang mengapresiasi edukasi praktis ini. Menurutnya, pengalaman langsung melalui simulasi jauh lebih efektif dibandingkan sekadar imbauan lisan. Sinergi antara perguruan tinggi dan warga ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem desa yang tangguh menghadapi bencana secara mandiri.

Antusiasme warga terlihat saat rangkaian simulasi penyelamatan diri berlangsung. Program ini menjadi bukti bahwa mitigasi bencana paling efektif dimulai dari kesadaran lingkungan di tingkat rumah tangga sebelum intervensi infrastruktur besar dilakukan.

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ekonomi Digital Desa: Koperasi Merah Putih Tembus Pasar Dunia

23 April 2026 - 09:32 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Optimisme Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Luka di Bacan Barat: Saat Dana Kesehatan Desa Dikorupsi

20 April 2026 - 22:18 WIB

Trending di RAGAM