Aceh Tamiang, Nangroe Aceh Darussalam[DESA MERDEKA] – Warga Desa Krueng Sikajang kini punya cara baru melawan ancaman banjir bandang. Melalui kolaborasi dengan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), desa di Kecamatan Manyak Payed ini mulai menerapkan model konservasi rumah tangga menggunakan teknologi lubang biopori dan penguatan bantaran sungai, Sabtu (14/2/2026).
Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya potensi bencana di wilayah tersebut. Tak hanya sekadar teori, masyarakat terjun langsung melakukan simulasi tanggap darurat serta menanam tanaman konservasi guna memperkuat struktur tanah di sepanjang aliran Sungai Krueng Sikajang agar tidak mudah tergerus erosi saat debit air meningkat.

Biopori: Solusi Sederhana di Halaman Rumah
Salah satu poin menarik dalam kegiatan ini adalah demo pembuatan lubang biopori di area pemukiman. Teknologi tepat guna ini diperkenalkan sebagai solusi ganda: meningkatkan daya resap air untuk mengurangi genangan sekaligus mengolah sampah organik menjadi kompos alami.
“Kami ingin masyarakat punya keterampilan dasar. Mulai dari hal sederhana seperti biopori di halaman rumah hingga menjaga bantaran sungai tetap kokoh dengan tanaman konservasi,” ujar Ketua Tim PKM di Kantor Datok Penghulu setempat.

Membangun Desa Tangguh Bencana
Datok Penghulu Desa Krueng Sikajang mengapresiasi edukasi praktis ini. Menurutnya, pengalaman langsung melalui simulasi jauh lebih efektif dibandingkan sekadar imbauan lisan. Sinergi antara perguruan tinggi dan warga ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem desa yang tangguh menghadapi bencana secara mandiri.
Antusiasme warga terlihat saat rangkaian simulasi penyelamatan diri berlangsung. Program ini menjadi bukti bahwa mitigasi bencana paling efektif dimulai dari kesadaran lingkungan di tingkat rumah tangga sebelum intervensi infrastruktur besar dilakukan.
















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.