Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMDA · 22 Feb 2026 21:57 WIB ·

Solok Bangkit: Membangun Kembali “Eropa Sumatera” Pasca-Bencana Hidrometeorologi


					Solok Bangkit: Membangun Kembali “Eropa Sumatera” Pasca-Bencana Hidrometeorologi Perbesar

Solok, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Kabut tipis yang menyelimuti Alahan Panjang kini membawa harapan baru. Di tengah luka infrastruktur akibat bencana hidrometeorologi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Solok bersepakat melakukan satu langkah besar: memperlakukan rehabilitasi bencana bukan sekadar perbaikan jalan, melainkan sebagai momentum “reset” ekonomi skala besar.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam rapat koordinasi di Perpustakaan Kabupaten Solok, Minggu (22/2/2026), menegaskan bahwa percepatan rekonstruksi infrastruktur adalah harga mati. Dengan estimasi kerugian mencapai Rp1,9 triliun, fokus utama dialihkan pada pemulihan aksesibilitas yang melumpuhkan distribusi pertanian dan pariwisata.

“Infrastruktur yang terdampak bencana harus dipercepat. Aktivitas ekonomi masyarakat, terutama petani dan pelaku wisata, tidak boleh terhenti terlalu lama,” ujar Mahyeldi dengan nada optimistis.

Integrasi Tani-Wisata: Kekuatan Baru Solok
Strategi yang diusung kali ini terbilang out of the box. Alih-alih hanya membangun kembali jembatan yang putus, pemerintah mendorong konsep integrasi antara pertanian dan pariwisata berkelas dunia. Solok, dengan julukan “Eropa-nya Sumatera”, memiliki modal unik: udara sejuk Alahan Panjang, panorama Gunung Talang, dan pesona lima danau yang eksotis.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menyebutkan bahwa perbaikan jalan menuju kawasan wisata strategis dan penyelesaian fly-over Sitinjau Lauik menjadi kunci pembuka gerbang wisatawan. “Aksesibilitas adalah kebutuhan mendesak agar potensi luar biasa ini bisa dinikmati dunia,” tuturnya.

Petani sebagai Aktor Utama Kebangkitan
Data menunjukkan bahwa 56,2 persen masyarakat Kabupaten Solok menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Oleh karena itu, Wakil Bupati Solok, H. Candra, menekankan bahwa pertanian tetap menjadi fondasi utama. Rehabilitasi infrastruktur diarahkan untuk memastikan “Beras Solok” yang melegenda tetap bisa terdistribusi dengan lancar ke pasar nasional.

Sinergi ini menandai babak baru bagi Kabupaten Solok. Bencana memang merusak fisik bangunan, namun koordinasi yang solid antara Pemprov Sumbar dan Pemkab Solok justru memperkuat visi jangka panjang: menjadikan Solok sebagai destinasi wisata internasional yang tetap berpijak pada akar agraris yang kuat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sinergi Danantara-Sumbar: Hilirisasi Gambir dan Kelapa Jadi Prioritas

16 April 2026 - 08:08 WIB

Pangkalpinang Genjot Serapan APBD Tanpa Bebani Dompet Rakyat

16 April 2026 - 05:08 WIB

Stabilitas Politik: Fondasi Utama Percepatan Pembangunan Desa

15 April 2026 - 20:30 WIB

Mahyeldi Serap Ilmu Tokoh Dunia Demi Pimpin Sumbar

15 April 2026 - 19:17 WIB

Duplikasi Model Pariaman: Petani Desa Sumbar Tembus Pasar Jakarta

15 April 2026 - 18:07 WIB

Paradoks Pesisir Selatan: Kaya Alam Namun Masih Daerah Miskin

13 April 2026 - 11:03 WIB

Trending di PEMDA