Tamiang layang, barito Timur, Kalimantan Tengah [DESA MERDEKA] – Ambisi Pemerintah Kabupaten Barito Timur untuk menuntaskan masalah infrastruktur darat memasuki babak baru. Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Awang, Rabu (11/2/2026), masyarakat melalui 11 desa sepakat melayangkan 173 usulan pembangunan, dengan tuntutan utama: konektivitas jalan dan jembatan beton yang tak lagi bisa ditunda.
Camat Awang, Fernando, mengungkapkan bahwa aspirasi warga kali ini sangat terfokus pada Program Prioritas Nomor 16 Pemkab Bartim, yang menargetkan seluruh jalan kabupaten dalam kondisi layak. Dari total usulan tersebut, 146 poin datang langsung dari desa, sementara 27 lainnya berasal dari instansi lintas sektoral seperti Polsek, Koramil, dan Puskesmas.
Jalan Hayaping dan Jembatan Beton Jadi Harga Mati
Salah satu usulan paling mendesak adalah kelanjutan pelebaran jalan Tamiang Layang–Hayaping. Meski sudah mulai dikerjakan pada 2025, warga menuntut peningkatan status jalan tersebut hingga tuntas pada 2027. Akses ini dianggap sebagai urat nadi ekonomi yang menjadi penentu kelancaran mobilitas warga di Bumi Jari Janang Kalalawah.
“Masyarakat sangat mengapresiasi progres yang ada, namun kami mengusulkan agar pelebaran lanjutan ruas Tamiang Layang–Hayaping tetap jadi prioritas di 2027,” tegas Fernando.
Selain jalan, perhatian tertuju pada Jembatan Sei Awang. Hingga saat ini, jembatan tersebut masih berbahan kayu—sebuah anomali di tengah target modernisasi infrastruktur daerah. Warga mendesak pemerintah menggantinya dengan konstruksi beton demi menjamin keselamatan transportasi.
Gotong Royong Warga di Tengah Keterbatasan
Sudut pandang menarik muncul dari pengakuan Camat Awang terkait aksi swadaya masyarakat. Di saat menunggu kucuran dana pemerintah, para Kepala Desa dan warga kerap melakukan “tambal sulam” jalan rusak secara mandiri. Langkah ini dipandang sebagai bentuk sindiran halus sekaligus bukti betapa daruratnya kondisi akses antar-desa saat ini.
Beberapa titik kritis yang masuk radar perbaikan antara lain ruas Hayaping–Binwan, jalan menuju Janah Masawui, hingga akses menuju Ampah Batu dan Bantir Raya. Fernando berharap pemerintah daerah tidak hanya melihat usulan ini sebagai daftar keinginan, tetapi sebagai kebutuhan dasar yang berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat pedalaman.
Musrenbangcam ini dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, Osa Awatanu, serta dikawal langsung oleh tiga anggota DPRD Barito Timur. Kehadiran para legislator ini diharapkan menjadi jaminan bahwa suara dari Kecamatan Awang tidak hanya berakhir di atas kertas, tetapi menjelma menjadi aspal dan beton pada tahun anggaran mendatang.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.