Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Keheningan Pantai Cemara di Desa Abudenok, Kabupaten Malaka, pecah seketika pada Minggu (1/2/2026). Seorang anak laki-laki dilaporkan hilang terseret arus laut selatan yang dikenal ganas. Insiden ini memicu operasi penyelamatan darurat skala besar yang menyatukan personel profesional dan kearifan lokal warga pesisir.
Sejak laporan diterima, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas NTT, Polres Malaka, dan Pemerintah Daerah setempat langsung berjibaku melawan waktu. Mereka melakukan penyisiran intensif di sepanjang garis pantai hingga menembus perairan laut selatan.
Solidaritas di Garis Pantai
Keterlibatan masif masyarakat lokal menjadi hal yang patut dicatat dari peristiwa ini. Warga yang memahami karakter arus dan titik-titik palung di Pantai Cemara menjadi penunjuk jalan bagi tim SAR. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa dalam situasi kritis, teknologi penyelamatan harus bersinergi dengan pengetahuan medan dari warga setempat.
Kapolres Malaka, AKBP Riki Ginanjar, mengonfirmasi bahwa seluruh kekuatan lintas instansi telah dikerahkan. “Pencarian dilakukan secara gotong royong. Kami membagi tim untuk menyisir daratan pesisir dan memantau koordinat laut yang dicurigai,” jelasnya melalui pesan singkat.
Peringatan Keras Arus Selatan
Hingga saat ini, upaya evakuasi masih terus berlangsung. Cuaca dan karakteristik gelombang laut selatan yang tidak menentu menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. Personel gabungan tampak terus menyusuri tiap jengkal area terdampak guna menemukan keberadaan korban.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi wisatawan maupun warga lokal. Otoritas setempat kembali mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan ekstra saat beraktivitas di bibir pantai, mengingat perubahan arus laut bisa terjadi secara mendadak dan mematikan.

Bangun Desa untuk Negeri


















[…] kilometer untuk menemukan Jorganio Faot alias Dito (15), seorang pelajar SMP Negeri Fatukoan yang dilaporkan hilang ditelan ombak di Pantai Cemara Abudenok, Selasa […]