Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

SOSBUD · 26 Jul 2023 14:49 WIB ·

Kampung Zakat Pattaneteang: Cara Bantaeng Ubah Zakat Jadi Modal


					Kampung Zakat Pattaneteang: Cara Bantaeng Ubah Zakat Jadi Modal Perbesar

Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Selama ini zakat seringkali dipandang sebatas kewajiban ibadah tahunan atau santunan tunai. Namun, di Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, paradigma tersebut sedang dirombak total. Desa ini resmi ditunjuk menjadi perintis Kampung Zakat, sebuah program strategis nasional yang menyulap dana umat menjadi mesin penggerak ekonomi pascapandemi.

Langkah berani ini diambil oleh Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bantaeng sebagai inisiatif percepatan pemulihan ekonomi masyarakat non-BLT. Pattaneteang dipilih bukan tanpa alasan; posisinya yang berada di pelosok menjadikannya laboratorium ideal untuk membuktikan bahwa sinergi dana zakat mampu mengentaskan kemiskinan di wilayah terpencil.

Zakat sebagai “Bahan Bakar” Usaha Mikro Program Kampung Zakat ini hadir sebagai solusi bagi usaha masyarakat yang sempat mati suri. Melalui skema bantuan dan permodalan yang terukur, berbagai potensi lokal yang selama ini terhambat biaya kini mulai dibangkitkan kembali. Target utamanya adalah menghidupkan kembali denyut ekonomi rakyat melalui: Usaha Kreatif: Pengolahan kopi bubuk asli masyarakat lokal. Sektor Jasa: Perbengkelan dan usaha menjahit. Ketahanan Pangan: Peternakan unggas secara mandiri. Kuliner Tradisional: Produksi kue-kue khas desa.

“Program ini bertujuan mengungkit ekonomi umat melalui sinergi Ditjen Bina Islam Kemenag dan Baznas,” jelas Ketua Baznas Bantaeng, Ustadz Abdul Karim Bagada, di Dusun Katabung, Rabu (21/1/2026).

Edukasi dan Eksekusi Jangka Panjang Berbeda dengan bantuan sosial sekali putus, Kampung Zakat mengedepankan pembinaan dan edukasi. Siti Husnaeni dari Kemenag Bantaeng menegaskan bahwa Kemenag berperan sebagai inisiator dan koordinator, sementara Baznas menjadi eksekutor utama di lapangan. “Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat. Zakat bukan sekadar menerima, tapi bagaimana mengelolanya menjadi modal usaha sehingga tujuan pemberdayaan masyarakat benar-benar terwujud,” tuturnya. Meski program ini masih dalam tahap pengkajian teknis karena merupakan yang pertama di Bantaeng, optimisme tinggi terpancar dari keterlibatan warga sejak tahap penggalian data dusun. Dengan manajemen yang profesional, Kampung Zakat diharapkan mampu mengubah wajah ekonomi Desa Pattaneteang dari desa tertinggal menjadi desa mandiri yang sejahtera.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 73 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Khatam Al-Qur’an: Benteng Generasi Muda Nanggalo

1 Juni 2026 - 16:15 WIB

Lawan Dampak Handphone dengan Filosofi Adat Minangkabau

29 Mei 2026 - 19:51 WIB

Menggali Peradaban Kuno di Negeri Seribu Menhir Maek

29 Mei 2026 - 10:32 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo Dongkrak Gengsi Peternak Merangin

27 Mei 2026 - 13:30 WIB

Desa Terdampak Bencana Jadi Fokus Tebar Qurban Pemprov Sumbar

26 Mei 2026 - 20:22 WIB

Sinergi Pemuda Sumbar Jadi Benteng Persatuan Desa

23 Mei 2026 - 10:48 WIB

Trending di SOSBUD