Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 26 Jan 2026 18:43 WIB ·

Mendes Yandri: Anak Muda Desa Kuliah di Jepang, Beternak di Kampung


					Mendes Yandri: Anak Muda Desa Kuliah di Jepang, Beternak di Kampung Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, tengah menyiapkan skenario besar untuk mengubah wajah peternakan desa di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Yandri menggandeng Kurma Adzwa Farm untuk mengirim pemuda desa belajar manajemen peternakan ke Jepang. Langkah ini bertujuan agar para “sarjana peternakan” ini pulang ke kampung halaman untuk membangun ekosistem ekonomi modern yang mandiri.

Strategi ini merupakan upaya konkret dalam mewujudkan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pembangunan dari desa. Mendes Yandri menegaskan bahwa masa depan Indonesia tidak lagi berada di gedung-gedung tinggi perkotaan, melainkan di tangan pemuda yang mau pulang dan mengolah potensi lokal.

“Ini senafas dengan program kita. Pemuda harus pulang ke desa. Kita kembangkan ekosistem peternakan ini dan maksimalkan potensinya agar roda ekonomi desa berputar,” ujar Yandri usai audiensi dengan Owner P4S Kurma Adzwa Farm, Ikhsan Davit Wijaya, Senin (26/1/2026).

Pendampingan dan Pemberdayaan: Dua Sisi Mata Uang
Yandri menekankan bahwa mengirim pemuda ke luar negeri hanya langkah awal. Kunci keberlanjutan program ini terletak pada kombinasi antara pendampingan teknis dan pemberdayaan ekonomi. Menurutnya, memberikan bantuan modal tanpa bimbingan hanya akan menyia-nyiakan anggaran, begitu pula sebaliknya.

“Kalau didampingi terus tanpa pemberdayaan, mereka (masyarakat) akan jenuh. Namun, jika diberdayakan tanpa pendampingan, program itu akan hilang arah. Keduanya harus jalan beriringan agar manfaatnya nyata,” imbuhnya.

Replikasi Nasional Dimulai dari Banten dan Jawa Barat
Kurma Adzwa Farm dipilih sebagai mitra karena pendekatannya yang menggabungkan metode peternakan modern dengan prinsip ramah lingkungan. Kolaborasi ini akan segera diresmikan melalui Memorandum of Understanding (MoU).

Sebagai tahap awal, pilot proyek ekosistem peternakan modern ini akan direalisasikan di wilayah Banten dan Jawa Barat. Setelah model bisnis dan distribusinya matang, konsep ini akan direplikasi secara masif ke seluruh Indonesia. Dengan memanfaatkan bonus demografi, pemerintah optimistis desa akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri secara pangan dan finansial.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Desa Go Global: Menembus Pasar Dunia Lewat Literasi Karantina

13 Mei 2026 - 06:00 WIB

Ekspor Bumbu Jadi: Cara Desa Berhenti Jual Barang Mentah

12 Mei 2026 - 19:21 WIB

Lilin Kecil Desa: Mesin Utama Pangan Nasional Prabowo

12 Mei 2026 - 06:01 WIB

Trending di PEMERINTAHAN