Langsa, Aceh [DESA MERDEKA] – Di tengah upaya pemulihan pascabencana besar akhir tahun lalu, Pemerintah Gampong Sidorejo mengirimkan pesan kuat tentang memuliakan kelompok rentan. Pada Minggu (25/1/2026), puluhan janda lanjut usia (lansia) di desa tersebut menerima Bantuan Langsung Pangan (BLP) berupa beras 10 kilogram sebagai bagian dari skema perlindungan sosial yang terukur.
Langkah ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan strategi jaring pengaman sosial yang dirancang khusus oleh Pemerintah Kota Langsa untuk warga berusia di atas 60 tahun. Program ini menjadi krusial mengingat para janda lansia sering kali menjadi kelompok yang paling lambat pulih secara ekonomi setelah hantaman bencana hidrometeorologi pada November 2025 silam.
Penjabat (Pj) Geuchik Sidorejo, Yuni Mariko, SE, menegaskan bahwa beras ini adalah wujud nyata kehadiran negara di pintu rumah rakyat. “Program ini adalah bentuk kepedulian mendalam bagi mereka yang paling terdampak, terutama kelompok rentan seperti janda lansia,” ungkapnya di sela penyaluran bantuan di Kantor Geuchik Sidorejo.
Strategi Pemulihan Komprehensif
Penyaluran beras ini merupakan kepingan terakhir dari rangkaian bantuan masif yang digulirkan Pemko Langsa. Sebelumnya, strategi pemulihan dilakukan secara bertahap untuk menjaga stabilitas ekonomi warga:
- Bantuan Langsung Tunai (BLT): Injeksi dana Rp200.000 per KK untuk memutar kembali roda ekonomi lokal.
- Penyaluran Pangan Masif: Distribusi beras 10 kg dua tahap kepada 55.963 kepala keluarga di seluruh Kota Langsa.
- Santunan Anak Yatim: Pemberian bantuan kepada 3.183 anak yatim dan piatu sebelum program lansia dijalankan.
Efek Domino Kesejahteraan
Yuni Mariko menambahkan bahwa keberhasilan program ini terletak pada akurasi data dan kecepatan distribusi di tingkat gampong. Dengan menyasar janda lansia, pemerintah memastikan beban ekonomi harian mereka berkurang signifikan, sehingga fokus pemulihan bisa bergeser ke sektor produktif lainnya.
“Bantuan ini sangat dirasakan manfaatnya. Kami ingin memastikan tidak ada lapisan masyarakat, sekecil apa pun kelompoknya, yang tertinggal dalam proses pemulihan kota ini,” pungkasnya.
Redaksi Desa Merdeka















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.