Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 25 Jan 2026 21:01 WIB ·

Bukan Sekadar Beras: Cara Langsa Muliakan Janda Lansia Pascabencana


					Bukan Sekadar Beras: Cara Langsa Muliakan Janda Lansia Pascabencana Perbesar

Langsa, Aceh [DESA MERDEKA] – Di tengah upaya pemulihan pascabencana besar akhir tahun lalu, Pemerintah Gampong Sidorejo mengirimkan pesan kuat tentang memuliakan kelompok rentan. Pada Minggu (25/1/2026), puluhan janda lanjut usia (lansia) di desa tersebut menerima Bantuan Langsung Pangan (BLP) berupa beras 10 kilogram sebagai bagian dari skema perlindungan sosial yang terukur.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan strategi jaring pengaman sosial yang dirancang khusus oleh Pemerintah Kota Langsa untuk warga berusia di atas 60 tahun. Program ini menjadi krusial mengingat para janda lansia sering kali menjadi kelompok yang paling lambat pulih secara ekonomi setelah hantaman bencana hidrometeorologi pada November 2025 silam.

Penjabat (Pj) Geuchik Sidorejo, Yuni Mariko, SE, menegaskan bahwa beras ini adalah wujud nyata kehadiran negara di pintu rumah rakyat. “Program ini adalah bentuk kepedulian mendalam bagi mereka yang paling terdampak, terutama kelompok rentan seperti janda lansia,” ungkapnya di sela penyaluran bantuan di Kantor Geuchik Sidorejo.

Strategi Pemulihan Komprehensif
Penyaluran beras ini merupakan kepingan terakhir dari rangkaian bantuan masif yang digulirkan Pemko Langsa. Sebelumnya, strategi pemulihan dilakukan secara bertahap untuk menjaga stabilitas ekonomi warga:

  • Bantuan Langsung Tunai (BLT): Injeksi dana Rp200.000 per KK untuk memutar kembali roda ekonomi lokal.
  • Penyaluran Pangan Masif: Distribusi beras 10 kg dua tahap kepada 55.963 kepala keluarga di seluruh Kota Langsa.
  • Santunan Anak Yatim: Pemberian bantuan kepada 3.183 anak yatim dan piatu sebelum program lansia dijalankan.

Efek Domino Kesejahteraan
Yuni Mariko menambahkan bahwa keberhasilan program ini terletak pada akurasi data dan kecepatan distribusi di tingkat gampong. Dengan menyasar janda lansia, pemerintah memastikan beban ekonomi harian mereka berkurang signifikan, sehingga fokus pemulihan bisa bergeser ke sektor produktif lainnya.

“Bantuan ini sangat dirasakan manfaatnya. Kami ingin memastikan tidak ada lapisan masyarakat, sekecil apa pun kelompoknya, yang tertinggal dalam proses pemulihan kota ini,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 54 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menghirup Asap, Menghitung Selisih Bantuan di Karang Mulya

13 Oktober 2026 - 23:49 WIB

Retak Rumah Tangga Minang dan Tumpulnya Taji Adat

10 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Galodo Arosuka: Bantuan Perantau S3 dan Realita Ratusan Korban

6 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Darurat Kasus Kekerasan Seksual: Mengapa Jalur Damai Melanggar UU TPKS?

4 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Menggugat Alarm Mitigasi dari Hulu Nagari

2 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Layanan Kesehatan Gratis KAI Dekatkan Medis Warga Bumiayu

16 September 2026 - 12:21 WIB

Trending di SOSBUD