Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

POLITIK · 15 Jan 2026 06:51 WIB ·

GMNI NTT ke Prabowo: Jadikan Perangkat Desa ASN atau PPPK!


					Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Nusa Tenggara Timur (GMNI NTT), Marianus Krisanto Haukilo Perbesar

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Nusa Tenggara Timur (GMNI NTT), Marianus Krisanto Haukilo

Kupang, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] Momentum Hari Desa Nasional yang jatuh pada 15 Januari setiap tahunnya bukan sekadar seremoni peringatan lahirnya UU Nomor 6 Tahun 2014. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), hari bersejarah ini menjadi panggung tuntutan keadilan bagi para “penjaga gawang” pembangunan di garda terdepan.

Ketua DPD GMNI NTT, Marianus Krisanto Haukilo, secara terbuka meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menetapkan kebijakan strategis bagi nasib perangkat desa. Ia mendesak agar pemerintah memberikan kesempatan bagi perangkat desa di seluruh Indonesia untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Lahirnya UU Desa adalah bentuk pengakuan bahwa desa adalah ujung tombak bangsa. Namun, ironis jika dinamisator dan administrator di desa justru belum mendapatkan kesejahteraan yang layak,” tegas Marianus di Kupang, Kamis (15/1).

Beban Kerja “Full Time”, Upah Belum Sesuai Regulasi
Sudut pandang menarik yang diangkat GMNI NTT adalah ketimpangan antara jam kerja dan apresiasi finansial. Saat ini, perangkat desa dituntut masuk kantor sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WITA. Jam kerja yang padat ini membuat mereka tidak memiliki peluang untuk mencari penghasilan tambahan, sementara upah mereka dinilai masih belum sesuai dengan standar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2019.

GMNI melihat adanya standar ganda jika dibandingkan dengan posisi Pendamping Desa. Menurut Marianus, jika Pendamping Desa diberikan perhatian, maka perangkat desa yang merupakan aparatur tetap di tingkat basis seharusnya mendapatkan status kepegawaian yang lebih jelas untuk menjamin keberlanjutan pemerintahan desa.

Desa Sebagai Subjek, Bukan Sekadar Lokasi Proyek
Permintaan ini didasari oleh realitas data Indeks Desa Membangun (IDM) 2024 di NTT. Dari 3.173 desa, mayoritas masih berada dalam kategori berkembang (1.546 desa) dan tertinggal (986 desa), sementara hanya 27 desa yang menyandang status mandiri.

Kesenjangan pembangunan yang lebar ini menuntut program strategis Presiden Prabowo—seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Kopdes Merah Putih, hingga Kampung Nelayan Merah Putih—untuk menjadikan masyarakat desa sebagai subjek aktif, bukan sekadar objek penerima bantuan.

“Setiap program harus berujung pada kesejahteraan nyata masyarakat, bukan sekadar serapan anggaran,” tambah Marianus.

Menakar Program OVOP Melki Laka Lena
Selain kebijakan pusat, GMNI juga menyoroti program unggulan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yakni One Village One Product (OVOP). Marianus mengingatkan bahwa semangat kreativitas warga dalam mengelola potensi lokal tidak akan membuahkan hasil jika manajemennya “setengah jalan”.

Ia menekankan pentingnya manajemen terintegrasi dari hulu ke hilir: mulai dari identifikasi potensi, intervensi anggaran stimulan, pendampingan profesional, hingga pembukaan akses pasar. Tanpa rantai manajemen yang kuat, inovasi di desa dikhawatirkan akan layu sebelum berkembang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 580 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jen Natalia Fokus Pemberdayaan Masyarakat Malaka

23 Mei 2026 - 08:57 WIB

Solid Bergerak! Musancab PDI-P Padang Pariaman Bakar Semangat Ratusan Kader

1 Mei 2026 - 09:33 WIB

Musda KNPI Papua Barat Daya: Akhiri Era Pemuda Seremonial

27 April 2026 - 02:36 WIB

Pasar Tradisional Sekarat: Jeritan Anak Pedagang Menggugat Khofifah

21 April 2026 - 06:59 WIB

Foto: Hasil Rekayasa Ai, Baret Meluapkan Kemarahan

Lawan Godzilla El-Nino, Sektor Pertanian dan Perikanan Jadi Fokus Utama

13 April 2026 - 18:33 WIB

Ziarah Mohammad Yamin: Misi Senior PP Perkuat Solidaritas Organisasi

12 April 2026 - 06:03 WIB

Trending di POLITIK