Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Siapa sangka, di balik rimbunnya Dusun Masarang, Desa Pattallassang, Kabupaten Bantaeng, tersimpan “tambang emas” berbentuk kolam renang. Bukan sekadar proyek infrastruktur, Pemerintah Desa Pattallassang berhasil menyulap sumber mata air abadi menjadi destinasi wisata strategis dengan mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp1 miliar. Langkah ini dianggap sebagai strategi out of the box dalam memanfaatkan aset alam. Di saat banyak daerah kesulitan air akibat kemarau panjang, debit air di lokasi ini justru tetap melimpah. Inilah yang kemudian di lirik sebagai magnet ekonomi baru bagi warga setempat.

Wisata Berbasis Pemberdayaan
Monitoring yang dilakukan oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Bantaeng bersama Dinas PMD pada Selasa (25/1/2026), mengonfirmasi bahwa proyek ini bukan sekadar membangun kolam. Alim Isra, salah satu TAPM, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat adalah kunci. “Dana Desa harus memicu ide kreatif. Pembangunan pariwisata dari sumber air yang tak pernah kering ini adalah langkah tepat untuk kemandirian desa,” ujar Alim.
Efek Domino Ekonomi Desa
Amir Ali, Tenaga Ahli lainnya, memproyeksikan adanya “perputaran uang” yang masif di sekitar area kolam. Potensi ekonomi yang bisa digarap warga antara lain: Sektor Jasa: Penyewaan alat renang dan pelampung. Kuliner: Penjualan kue tradisional dan makanan khas Bantaeng. Agrowisata: Pemanfaatan sawah di sekitar kolam sebagai spot foto, area memancing, hingga paket petik sayur segar. Konsep “Rumah Sawah” yang terintegrasi dengan kolam renang ini diharapkan menciptakan pasar mandiri bagi produk lokal, sehingga ketergantungan desa terhadap dana transfer pusat perlahan berkurang.

Pesan Transparansi dan Regulasi
Meskipun inovatif, Amir Ali mengingatkan agar tata kelola keuangan tetap berada dalam koridor regulasi. Pencatatan yang rapi dan transparansi menjadi syarat mutlak agar pemerintah desa dapat bekerja dengan tenang dan fokus pada dampak jangka panjang. Desa Pattallassang kini menjadi contoh nyata bagaimana dana pemerintah bisa diubah menjadi aset yang menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADesa) secara berkelanjutan.

Hasan Habibu Lahir di Bantaeng Sulawesi Selatan 1 Januari 1975.
Pendidikan S1 STAI Al-furqan Makasar / Jurusan Pendidikan Agama Islam. lulus tahun 2016
Selain sebagai Pendamping Lokal Desa beberapa Organisasipun terlibat di dalamnya, DA’I KAMTIBMAS POLRES BANTAENG bidang KOMUNIKASI ANTAR LEMBAGA, FORUM DA’I POLSEK TOMPOBULU SBG PENASEHAT, IKATAN PELAJAR MUHAMNADIYAH SBG ANGGOTA.
Beberapa penghargaan di raih seperti juara terbaik dua Tingkat Kabupaten Bantaeng Sebagai Tim Pengelolah Kegiatan / TPK 2011. Penghargaan Kapolres sebagai Relawan Covid-19 tahun 2020.
Penghargaan MPR RI dalam sosialisasi Pancasila dan UUD 45 Negara kesatuan RI dan bhinneka tunggal Ika tahun 2011. Dll


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.