Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] – Di saat banyak daerah berjuang melawan kekeringan, Desa Pattallassang di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, justru merayakan keberlimpahan air. Pemerintah desa setempat kini tengah merampungkan proyek inovatif dengan menyulap sumber mata air abadi di Dusun Masarang menjadi destinasi kolam renang komersial yang diprediksi akan menjadi mesin ekonomi baru bagi warga.
Kepala Desa Pattallassang, Subhan, mengungkapkan bahwa proyek ini adalah bentuk kedaulatan desa dalam mengelola aset alam. Sejak 2019, potensi mata air yang tidak pernah kering meski di musim kemarau panjang ini telah dilirik untuk dikembangkan. Inovasi ini bukan sekadar membangun tempat rekreasi, melainkan upaya strategis untuk menciptakan lapangan kerja bagi UMKM lokal.

Bangkit dari Penundaan Pandemi
Perjalanan mewujudkan “kolam impian” ini tidaklah mulus. Pandemi Covid-19 yang melanda pada awal 2020 sempat memaksa pemerintah desa untuk melakukan refocusing anggaran. Prioritas keselamatan warga membuat proyek wisata ini tertahan selama dua tahun.
“Seandainya tidak ada pandemi, kolam renang ini kemungkinan besar sudah bisa dinikmati masyarakat luas lebih awal,” kenang Subhan dalam laporan akhir jabatannya. Namun, penundaan tersebut justru memberikan waktu bagi desa untuk mematangkan konsep partisipasi masyarakat.
Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kolektif
Antusiasme warga terhadap proyek ini sangat tinggi, terutama terkait peluang usaha di sekitar area wisata. Istri Kepala Desa, Andi Rahmawati atau Karaeng Rannu, menekankan bahwa pengelolaan ruang dagang di sekitar kolam renang nantinya tidak akan ditentukan secara sepihak.
“Keputusan mengenai siapa yang bisa berjualan dan bagaimana mekanismenya adalah keputusan bersama masyarakat Pattallassang. Kami mengedepankan transparansi dan keadilan,” tegas Karaeng Rannu.
Langkah Desa Pattallassang ini menjadi bukti nyata bahwa desa yang cerdas adalah desa yang mampu membaca peluang dari keunggulan geografisnya. Dengan memanfaatkan mata air yang stabil, Pattallassang tidak hanya menjual tiket masuk kolam, tetapi juga menjual ketahanan ekosistem yang produktif bagi masa depan warganya.

Hasan Habibu Lahir di Bantaeng Sulawesi Selatan 1 Januari 1975.
Pendidikan S1 STAI Al-furqan Makasar / Jurusan Pendidikan Agama Islam. lulus tahun 2016
Selain sebagai Pendamping Lokal Desa beberapa Organisasipun terlibat di dalamnya, DA’I KAMTIBMAS POLRES BANTAENG bidang KOMUNIKASI ANTAR LEMBAGA, FORUM DA’I POLSEK TOMPOBULU SBG PENASEHAT, IKATAN PELAJAR MUHAMNADIYAH SBG ANGGOTA.
Beberapa penghargaan di raih seperti juara terbaik dua Tingkat Kabupaten Bantaeng Sebagai Tim Pengelolah Kegiatan / TPK 2011. Penghargaan Kapolres sebagai Relawan Covid-19 tahun 2020.
Penghargaan MPR RI dalam sosialisasi Pancasila dan UUD 45 Negara kesatuan RI dan bhinneka tunggal Ika tahun 2011. Dll


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.