Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

LINGKUNGAN · 27 Nov 2025 13:34 WIB ·

Sungai Meluap, Warga Perumahan Permata Utama Padang Minta Dam Permanen


					Sungai Meluap, Warga Perumahan Permata Utama Padang Minta Dam Permanen Perbesar

Banjir Mengintai Tahunan, Debit Batang Air Tak Sanggup Tampung Curah Hujan Tinggi

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Kekhawatiran kembali menyelimuti warga Perumahan Permata Utama seiring masuknya musim penghujan. Debit air pada Batang Air yang melintasi kawasan perumahan tersebut tidak lagi mampu menampung derasnya aliran dari hulu, menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman. Warga mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Padang segera membangun dam permanen sebagai solusi atas bencana banjir tahunan yang berulang.

Edi, salah seorang warga setempat, menyampaikan bahwa kondisi darurat ini nyaris terjadi setiap tahun ketika curah hujan meningkat drastis. Menurutnya, masalah utamanya adalah ukuran sungai yang kecil tidak sebanding dengan volume air yang masuk, terutama karena adanya pertemuan beberapa aliran sungai.

“Ada aliran dari hulu bagian atas, ditambah tiga aliran sungai lain, yang semuanya bermuara ke batang air perumahan kami,” jelas Edi, Kamis (27/11/2025).

Curah Hujan Tinggi Picu Keresahan dan Kerugian
Ia menjelaskan, intensitas hujan lebat yang tinggi membuat air mengalir deras dan tak sanggup ditampung oleh palung sungai, hingga akhirnya meluber ke pemukiman. Dalam beberapa hari terakhir, tingginya curah hujan telah membuat warga berada dalam kondisi siaga penuh, khawatir luapan air akan kembali masuk ke dalam rumah dan menimbulkan kerugian.

Selama ini, warga hanya bisa mengandalkan inisiatif mandiri untuk menghadapi luapan. Mereka bergotong royong membangun dam darurat menggunakan tumpukan karung berisi pasir sebagai penahan sementara.

“Kami bikin dam sementara pakai karung berisi pasir. Namun, tentu saja solusi darurat ini tidak akan bertahan lama dan tidak efektif menahan volume air sebesar itu. Kami sangat butuh solusi jangka panjang dari pemerintah,” tambahnya.

Warga Perumahan Permata Utama berharap Pemko Padang melalui dinas terkait dapat mengambil langkah cepat dan konkret. Pembangunan dam permanen dianggap sebagai satu-satunya penahan air yang kuat dan berkelanjutan, sehingga keresahan dan kerugian akibat banjir tidak lagi menjadi momok tahunan bagi mereka.

“Kami berharap Pemko Padang melalui dinas terkait bisa membangun dam permanen. Setidaknya ada penahan air yang kuat agar kami tidak terus-menerus dilanda banjir,” pungkas Edi, mewakili harapan seluruh warga. Masyarakat menanti respons dan tindakan nyata dari pemerintah agar dapat menjalani musim penghujan dengan lebih tenang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 138 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Bupati Saat Desa Sukses Mandiri Sampah

8 Mei 2026 - 04:40 WIB

Jumat Bersih Bantarjaya: Melawan Ego Pembuang Sampah “Sambil Lewat”

17 April 2026 - 10:29 WIB

Benteng Hijau Ketapang: Sinergi Relawan Jaga Pesisir Pangkalpinang

4 April 2026 - 18:57 WIB

Papan Larangan Sampah di Desa Sekip Cuma Pajangan

24 Maret 2026 - 15:16 WIB

CCTV Pangkalpinang: ‘Mata Mata’ Elektronik Pemburu Pembuang Sampah Liar

17 Maret 2026 - 13:39 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah Melalui Aturan Baru Sumbar

15 Maret 2026 - 10:57 WIB

Trending di LINGKUNGAN