Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

EKONOMI BISNIS · 25 Sep 2025 17:01 WIB ·

Petani Milenial Semarang Bentuk KUB Pasok Kebutuhan MBG


					Petani Milenial Semarang Bentuk KUB Pasok Kebutuhan MBG Perbesar

Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Petani Milenial Kabupaten Semarang menunjukkan langkah progresif dengan berencana membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) di setiap kecamatan. Inisiatif ini digagas untuk mengoptimalkan pasokan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh pemerintah, sekaligus memperkuat rantai pasok lokal.

Purnomo, Ketua Petani Milenial Kabupaten Semarang yang juga menjabat sebagai Direktur BUMDES Desa Jetis pengelola Pasar Bunga Tematik, mengungkapkan rencana strategis ini dalam sebuah diskusi internal. Diskusi tersebut mengundang dua perwakilan petani dari 18 kecamatan di Kabupaten Semarang.

“Sebenarnya ini adalah diskusi, kami mengundang 18 kecamatan, setiap kecamatan diwakili dua orang,” kata Purnomo. “Harapannya, karena saat ini banyak peluang terkait MBG, ini bisa berjalan baik hingga ke bawah.”

Purnomo menjelaskan, jaringan Petani Milenial telah aktif dalam memasok kebutuhan MBG. Meskipun Purnomo secara pribadi baru menangani satu program MBG, namun rekan-rekan di Petani Milenial lainnya telah berhasil mengelola beberapa kontrak pasokan. “Ada satu orang yang sudah pegang lima MBG, ada yang tiga MBG, dan macam-macam. Sudah banyak sebenarnya untuk dari teman-teman Petani Milenial ini,” tambahnya.

Fokus utama Purnomo adalah komoditas sayur dan buah. Berbagai jenis sayuran yang biasa dibutuhkan oleh MBG antara lain buncis, wortel, tomat, timun suri, serta sayuran daun seperti bayam dan pokcoy. Sementara untuk buah, pasokan yang telah berjalan meliputi jeruk siam madu, pisang, anggur, dan kelengkeng.

Lebih dari sekadar sayur dan buah, kebutuhan MBG ternyata sangat beragam, mencakup produk lain seperti beras, kerupuk, ayam, hingga produk olahan seperti raben, burger, dan roti. Oleh karena itu, pembentukan KUB Petani Milenial direncanakan akan mencakup semua sektor.

“KUB Petani Milenial ini tidak hanya terkait dengan sayur-mayur atau buah saja, tapi bagaimana KUB ini bisa mencakup semua sektor, baik dari hortikultura, UMKM-nya, bahkan dari tahu tempe dan macam-macamnya,” jelas Purnomo. Semua sektor tersebut nantinya akan ditampung dan difasilitasi untuk dapat memasok kebutuhan MBG.

Pembentukan KUB di tingkat kecamatan ini akan melibatkan dua perwakilan petani terpilih dari setiap kecamatan. Dua orang ini diharapkan mampu menggerakkan dan mengkoordinasikan Petani Milenial di seluruh desa di wilayah kecamatan masing-masing. Langkah ini dinilai sebagai upaya efektif untuk memastikan rantai pasok berjalan efisien dan manfaat program MBG benar-benar dirasakan oleh petani lokal.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 64 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KUB PMPL Desak KPPU Usut Jerat Utang PT PCP di Kaltara

16 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Data BPS Diabaikan, Pelatihan UMKM Sumbar Terjebak Rutinitas Seremonial

13 Oktober 2026 - 06:15 WIB

Mengubah Layanan UMKM Sumbar Menjadi Produk Laris Manis

9 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Stimulan Rp115 Miliar Sumbar: Proyek Mubazir Tanpa Pembeli Siaga?

3 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Membedah “Karpet Merah” Ekosistem Kendaraan Listrik di Ranah Minang

2 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Paramadina Dorong Pemuda Cerdas Finansial dan Amankan Data

3 September 2026 - 06:03 WIB

Trending di EKONOMI BISNIS