Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

EKBIS · 25 Sep 2025 17:01 WIB ·

Petani Milenial Semarang Bentuk KUB Pasok Kebutuhan MBG


					Petani Milenial Semarang Bentuk KUB Pasok Kebutuhan MBG Perbesar

Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Petani Milenial Kabupaten Semarang menunjukkan langkah progresif dengan berencana membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) di setiap kecamatan. Inisiatif ini digagas untuk mengoptimalkan pasokan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh pemerintah, sekaligus memperkuat rantai pasok lokal.

Purnomo, Ketua Petani Milenial Kabupaten Semarang yang juga menjabat sebagai Direktur BUMDES Desa Jetis pengelola Pasar Bunga Tematik, mengungkapkan rencana strategis ini dalam sebuah diskusi internal. Diskusi tersebut mengundang dua perwakilan petani dari 18 kecamatan di Kabupaten Semarang.

“Sebenarnya ini adalah diskusi, kami mengundang 18 kecamatan, setiap kecamatan diwakili dua orang,” kata Purnomo. “Harapannya, karena saat ini banyak peluang terkait MBG, ini bisa berjalan baik hingga ke bawah.”

Purnomo menjelaskan, jaringan Petani Milenial telah aktif dalam memasok kebutuhan MBG. Meskipun Purnomo secara pribadi baru menangani satu program MBG, namun rekan-rekan di Petani Milenial lainnya telah berhasil mengelola beberapa kontrak pasokan. “Ada satu orang yang sudah pegang lima MBG, ada yang tiga MBG, dan macam-macam. Sudah banyak sebenarnya untuk dari teman-teman Petani Milenial ini,” tambahnya.

Fokus utama Purnomo adalah komoditas sayur dan buah. Berbagai jenis sayuran yang biasa dibutuhkan oleh MBG antara lain buncis, wortel, tomat, timun suri, serta sayuran daun seperti bayam dan pokcoy. Sementara untuk buah, pasokan yang telah berjalan meliputi jeruk siam madu, pisang, anggur, dan kelengkeng.

Lebih dari sekadar sayur dan buah, kebutuhan MBG ternyata sangat beragam, mencakup produk lain seperti beras, kerupuk, ayam, hingga produk olahan seperti raben, burger, dan roti. Oleh karena itu, pembentukan KUB Petani Milenial direncanakan akan mencakup semua sektor.

“KUB Petani Milenial ini tidak hanya terkait dengan sayur-mayur atau buah saja, tapi bagaimana KUB ini bisa mencakup semua sektor, baik dari hortikultura, UMKM-nya, bahkan dari tahu tempe dan macam-macamnya,” jelas Purnomo. Semua sektor tersebut nantinya akan ditampung dan difasilitasi untuk dapat memasok kebutuhan MBG.

Pembentukan KUB di tingkat kecamatan ini akan melibatkan dua perwakilan petani terpilih dari setiap kecamatan. Dua orang ini diharapkan mampu menggerakkan dan mengkoordinasikan Petani Milenial di seluruh desa di wilayah kecamatan masing-masing. Langkah ini dinilai sebagai upaya efektif untuk memastikan rantai pasok berjalan efisien dan manfaat program MBG benar-benar dirasakan oleh petani lokal.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tenaga Muda Profesional Siap Sulap BUMDes Jadi Korporasi Desa

2 Mei 2026 - 11:32 WIB

Rapat Via Zoom Bersama Bakrie Center Foundation (BCF), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDT), serta Forum BUMDes Indonesia (FBI)

Dialog Sawit: Cara Sumbar Hindari Gesekan Pajak Air Permukaan

11 April 2026 - 12:27 WIB

Pajak Air Sawit: Antara Keuntungan Perusahaan dan Hak Desa

11 April 2026 - 12:08 WIB

UMKM Sundawenang Naik Kelas: Strategi Digital di Balai Desa

11 April 2026 - 02:09 WIB

Jangan Tunggu Viral: Merek Adalah Perisai UMKM Desa

7 April 2026 - 20:16 WIB

Menenun Identitas Ranah Minang Melalui Proteksi Kekayaan Intelektual

6 April 2026 - 16:41 WIB

Trending di EKBIS