Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 3 Jun 2023 16:00 WIB ·

Bukan Sekadar Seremonial, Desa Pemogan Ubah Wajah Lawan Sampah


					Perangkat Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan melaksanakan giat kebersihan menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (2/6/2023). Perbesar

Perangkat Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan melaksanakan giat kebersihan menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (2/6/2023).

Denpasar, Bali [DESA MERDEKA] Desa Pemogan di Denpasar Selatan tidak ingin peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) hanya menjadi rutinitas kalender. Menjelang puncak peringatan pada 5 Juni, seluruh perangkat desa turun langsung melakukan aksi “makedas-kedas” atau bersih-bersih massal sebagai bentuk nyata perlawanan terhadap stigmatisasi kawasan kumuh yang pernah melekat di wilayah tersebut.

Aksi gotong-royong yang digelar pada Jumat (2/6/2023) ini melibatkan seluruh unsur desa, mulai dari Kepala Dusun, LPM, hingga BPD. Titik fokus pembersihan dilakukan di area perkantoran desa yang berlokasi di bantaran sungai, hingga ke pusat pengelolaan sampah TPS3R Pemogan.

Perbekel Pemogan, I Made Suwirya, menegaskan bahwa perangkat desa harus menjadi “vibrasi” atau penggerak awal bagi masyarakat. Menurutnya, aksi ini adalah upaya menjaga momentum transformasi lingkungan yang sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu.

Transformasi dari Kumuh Menjadi Berwarna
Langkah Desa Pemogan dalam membenahi lingkungan memiliki rekam jejak yang panjang. Desa heterogen ini sempat berjuang keras melawan citra kampung kumuh dan sungai yang kotor. Salah satu tonggak keberhasilannya adalah penataan Sungai Wang Biga pada tahun 2021 yang kini jauh lebih bersih dan tertata.

Selain sungai, penataan pemukiman juga menjadi prioritas. Pada 2018, wilayah Pondok Rukun di Dusun Panti Gede diubah menjadi kawasan estetik dengan cat warna-warni, mengadopsi konsep “Kampung Pelangi” untuk menghilangkan kesan kumuh.

Kesehatan adalah Investasi Lingkungan
Suwirya mengajak masyarakat untuk tidak meremehkan isu lingkungan hidup. Baginya, lingkungan yang rusak bukan sekadar masalah estetika, melainkan ancaman langsung terhadap kesehatan manusia sebagai sumber penyakit.

“Semangat kebersihan yang berkelanjutan adalah benteng kita dari penyakit. Kami ingin menunjukkan bahwa perubahan itu mungkin, dimulai dari teladan perangkat desa di TPS3R sebagai pusat perlawanan terhadap sampah,” tandas Suwirya.

Aksi ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat heterogen di Pemogan agar menjaga kebersihan tidak lagi menjadi beban, melainkan gaya hidup demi masa depan yang lebih sehat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 99 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN